11 SMK Tidak Bisa UNBK

Kadisdik Sumsel Drs Widodo MPd. Foto: JPG

PALEMBANG – Tidak semua SMK di Sumsel bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Berbagai kendala menjadi penyebab sulitnya melaksanakan UNBK, yakni jaringan internet dan listrik. Untuk tahun ini, masih ada 11 SMK yang belum bisa UNBK (lihat grafis, red). Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Drs Widodo MPd, didampingi Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdik Sumsel, Dra Hj Erlina MSi mengatakan, SMK yang paling banyak tidak bisa ikut UNBK berasal dari Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). “Dari OKUS ada delapan sekolah,” ucapnya.
Ditambahkan Erlina, pelaksanaan UN tahun 2018 bakal diikuti 272 sekolah, yakni 106 SMKN dan 166 SMK swasta. Sedangkan siswa, sebanyak 3.460 orang, yakni 18.366 laki-laki dan 14.094 perempuan.
Sejumlah sekolah tersebut tidak bisa melaksanakan UNBK karena faktor jaringan internet yang tidak tersedia. Bahkan menurutnya, kawasan OKUS sangat susah dijangkau jaringan internet karena geografis wilayah yang berbukit.
Sekolah bisa saja memasang tower sendiri. Namun, biayanya mahal dan tinggi tower yang harus dibuat lebih dari 30 meter. “Sedangkan aturannya jika lebih dari 30 meter, rentan roboh dan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kendala penerapan UNBK pada SMK di OKUS, hingga saat ini, hanya terkendala masalah jaringan. Untuk kesiapan lainnya, seperti listrik dan sarana prasarana komputer, sudah rampung, hampir semua SMK di OKUS. “Listrik dan komputer rata-rata sudah ada, tapi terkendala jaringan internet,” terangnya.
Untuk siswa ujian nasional kertas dan pensil (UNKP), diikuti 760 peserta dari 11 sekolah dan sisanya sudah melaksanakan UNBK. Khusus jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ini, meningkat dibanding tahun 2017 lalu. “Tahun lalu, 20 SMK masih melaksanakan UNKP. Sedangkan pada 2018, hanya 11 SMK yang masih melaksanakan UNKP,” jelas Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdik Sumsel, Dra Hj Erlina MSi(nni/lia/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!