112 Palembang Mirip 911 di Amerika

Gubernur H Alex Noerdin didampingi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Prof Dr Ahmad M Ramli, dan pejabat lainnya meresmikan layanan darurat 112 di Griya Agung. Foto: Kris Samiaji/Sumeks

PALEMBANG – Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Indonesia Asian Games Organizing Committee (Inasgoc), dan operator telekomunikasi meluncurkan Layanan Panggilan Darurat Palembang Siaga 112. Selain itu juga ada Ikrar Dukungan Operator Telekomunikasi dalam Rangka Penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 di Griya Agung, Kamis (5/7).

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo, Prof Dr Ahmad M Ramli, menyebut, ini merupakan salah satu bentuk dukungan Kominfo untuk penyelenggaran Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang. “Konsep panggilan darurat ini seperti layanan 911 di Amerika Serikat,” katanya, kemarin.

Nantinya atlet, ofisial, dan masyarakat yang memerlukan pertolongan cukup menelepon 112. Lalu, akan langsung terkoneksi dengan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kota Palembang, Sat Pol-PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Rumah Sakit, dan Polresta Palembang.

Layanan ini, lanjut Ahmad Ramli, bebas pulsa dan bisa digunakan dalam keadaan yang sifatnya gawat daraurat dan masyarakat yang memerlukan bantuan. “Palembang merupakan kota pilot project kita. Selain layanan bahasa Indonesia, ini pertama kalinya layanan disiapkan dalam multibahasa. Ada lima bahasa asing yang tersedia, yakni bahasa Inggris, Jepang, Tiongkok, Korea, dan bahasa Arab,” jelasnya.

Menyadari pentingnya event ini dan akan menjadi reputasi penting bagi Indonesia, semua pihak terkait concern untuk memberikan pelayanan terbaik. “Kita telah siapkan semuanya dan kita jamin infrastruktur telekomunikasi siap, sinyal telepon, dan akses internet akan berjalan baik,” tegasnya.

“Kita usahakan menghadirkan kualitas baik di venue dan hotel. Tidak ada cerita kehilangan sinyal. Kita juga sediakan layanan agar atlet dan ofisial bisa registrasi kartu. Apalagi internet cepat kita termasuk yang paling murah di dunia. Event ini adalah event besar. Tapi kalau tidak terekspos keluar karena layanan internet yang tidak maksimal, sangat sayang,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Ir H Alex Nordin, menyebut, perhelatan Asian Games mendatangkan banyak manfaat. Bukan hanya menjadi pesta olahraga, tapi di segala lini. Ia pun sepakat bahwa pembangunan infrastruktur Asian Games akan mengubah kultur. Seperti saat 2008, Beijing terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade. Tiongkok memanfaatkan momen tersebut untuk mengubah kultur dan disiplin masyarakatnya menjadi lebih bersih. Tidak ada lagi kebiasaan meludah sembarangan dan toilet terkotor dan terbau se-dunia. “Seperti LRT, yang nantinya akan mengubah kultur masyarakat kita. Dengan menggunakan LRT, kita akan dipaksa untuk disiplin, tepat waktu, antre, dan menghargai orang lain,” tegas Alex yang sempat mencoba layanan dengan bahasa Jepang.
Sementara itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan jaket kepada Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Para operator, seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Indosat, XL, 3, Smartfren, dan Ceria juga berikrar untuk menyiapkan layanan telekomunikasi yang luas, cepat, dan andal. “Kita siap memberikan dukungan infrastruktur di seluruh wilayah pelaksanaan Asian Games. Lalu, menyediakan layanan akses internet cepat dengan broadband di seluruh wilayah Asian Games. Serta mengupayakan dengan sunguh-sungguh layanan terbaik dengan selalu memperhatikan kenyamanan pemakai internet,” ungkap Ketum ATSI Merza Fachys. (cj16/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!