12 Penumpang Ditemukan Meninggal

JAKARTA – Belum genap sebulan sudah ada empat kejadian kapal tenggelam. Yang teranyar terjadi kemarin (3/7). KM Lestari Maju tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Bulukumba, Zainuddin mengatakan bahwa Kapal KM. Lestari Maju sedang berlayar menuju Kabupaten Selayar. Namun di tengah perjalanan, kapal tersebut karam.

Cuaca buruk disebut menjadi biang dari kejadian tersebut. ”Kemasukan air akibat cuaca buruk,” katanya kemarin. Lokasi kandasnya kapal tak jauh dari Pantai Pabadilang. Sekitar 300 meter dari bibir pantai.

Dirjen Perhubungan Laut R Agus H Purnomo membenarkan jika kapal jenis Ro-Ro yang melayani penyebrangan lintas Bira-Pamatata itu kemasukan air karena cuaca buruk. ”Oleh nakhoda kapal sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam dan memudahkan evakuasi para penumpangnya,” uajrnya kemarin.

Saat evakuasi, tidak ada kapal besar yang berani mendekat. Selain cuaca buruk juga diakibatkan banyaknya karang. Sehingga proses evakuasi dilakukan oleh kapal-kapal nelayan dan tim evakuasi dari Basarnas. Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Surabaya pun turut mengerahkan satu unit kapal patroli KNP. Chundamani untuk membantu evakuasi penumpang yang tersisa.

”Seluruh penumpang telah mengenakan jaket keselamatan (life jacket, Red) serta telah mengikuti prosedur keselamatan di atas kapal dengan panduan dari nakhoda dibantu kru kapal,” tutur Agus.

Kapolres Selayar AKBP Syamsu Ridwan menceritakan bahwa petugas telah memeriksa salah seorang penumpang, informasinya kapal tersebut baru berlayar sekitar 15 menit. Namun, saat perjalanan mengalami kerusakan. Saat itu kondisi cuaca memang buruk. ”Nahkodanya berinisiatif menepikan kapal,” jelasnya.

Sebelum menepi ke sebuah pulau, kapal itu kandas terkena karang. Akhirnya, setengah bagian kapal berada di air dan setengahnya di atas atau tidak terendam. ”Kami masih proses semua ya, evakuasi dan sebagainya,” terangnya kemarin.

Kabid Humas Polda Sulsel menuturkan bahwa kapal tersebut mengalami kebocoran di lambung. Nahkoda memutuskan untuk menpi ke salah satu pulau atau dikandaskan. ”Dikandaskan, tapi tidak tenggelam,”ujarnya.

Namun, saat coba dikandaskan, kapal tersebut oleng. Kondisi oleng itulah yang membuat banyak penumpang menceburkan diri atau terjun. ”Sekarang masih proses evakuasi dan sementara korban meninggal empat orang,” tuturnya.

Penyebab kebocoran kapal? Dia menuturkan bahwa pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal penyebabnya. Petugas masih fokus proses evakuasi penumpang. ”Kita akan lihat selanjutnya,” paparnya.

Dia mengatakan, sebagian besar penumpang diselamatkan dan dievakuasi ke Pantai Pabaddilan, Bungayya, Bontomantene, Selaya. ”Semoga semua korban segera ditemukan,” paparnya.

Hingga berita ini ditulis, jumlah korban meninggal adalah 12 orang. Pihak terkait masih terus melakukan pendataan korban selamat dan yang masih dinyatakan hilang.

Salah satu korban yang ditemukan meninggal adalah Rosmiati. Perempuan 40 tahun tersebut merupakan guru SMK Kesehatan Selayar sekaligus bendahara Ikatan Guru Indonesia Selayar. ”Beliau sangat aktif berpartisipasi meningkatkan kompetensi guru,” tutur Ketua pengurus pusat IGI Muhammad Ramli.

Ramli menuturkan jika dia memang baru sekali bertemu dengan Rosmiati. Namun kesan pertama itu terlihat jika guru mata pelajaran kimia itu memiliki semangat dalam mendidik. ”Dia merupakan guru favorit di sekolahnya,” katanya. (lyn/idr/air)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!