1,3 Juta Ruang Kelas Kondisi Rusak

Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto:JPG

JAKARTA – Kondisi ruang kelas masih memprihatinkan. Dari total 1,8 juta unit ruang kelas, sekitar 1,3 juta di antaranya dalam keadaan rusak. Mulai dari rusak ringan hingga berat, bahkan sampai rusak total. Pemerintah kembali menggulirkan program rehab nasional.
Program rehab sekolah pernah dijalankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) antara 2012 sampai 2013 lalu. Kemudian, program itu terhenti. Kalaupun ada program rehab sekolah atau ruang kelas rusak, jumlahnya tidak banyak. Mulai tahun ini, program rehab sekolah rusak kembali digulirkan dengan skala besar. Rehab sekolah rusak itu mulai jenjang SD hingga SMA/SMK.
Direktur Pembinaan SD Kemendikbud, Wowon Widaryat menjelaskan, ruang kelas rusak cukup banyak di jenjang SD. ’’Sasaran rehabilitasi sekolah rusak jenjang SD tahun ini 14.518 unit,’’ katanya di Jakarta, kemarin (6/6). Total anggaran yang digelontorkan untuk program rehab jenjang SD mencapai Rp1,25 triliun.
Dia mengatakan, dalam satu sekolah, minimal ada dua unit ruang kelas yang dilakukan rehab ringan. Sementara dalam kondisi paling buruk, ada yang satu kelas kondisinya rusak semuanya. Meskipun begitu, Wowon mengatakan, perhitungannya tetap berbasis ruang kelas supaya lebih mudah untuk pengalokasian anggaran.
Wowon berharap proses rehab sekolah ini bisa selesai Agustus nanti. ’’Saat ini sudah ada yang mulai berjalan perbaikannya,’’ tuturnya. Dia mengatakan, proses rehabilitasi sekolah rusak dikebut supaya tidak sampai malampaui batas penggunaan anggaran Desember mendatang.
Rehab serupa juga dilakukan di jenjang SMP. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Direktorat Pembinaan SMP Kemendikbud, Firdaus Yunidarta mengatakan, untuk jenjang SMP, menggunakan basis sekolah sehingga satuan unit rehabilitasinya adalah setiap sekolah.
’’Pada tahap satu, ada 906 unit sekolah yang mendapatkan bantuan rehab dari Kemendikbud,’’ jelasnya. Kemudian, menyusul tahap kedua, sebanyak 619 unit. Lalu di tahap ketiga nanti, diperkirakan juga antara 600 unit sampai 900 unit. Umumnya, kondisi SMP yang mendapatkan bantuan rehab masuk kategori rusak berat. Tahun ini, Kemendikbud masih memprioritaskan SMP negeri dahulu.
Firdaus menjelaskan, total anggaran yang dialokasikan untuk rehab di jenjang SMP sebesar Rp1,4 triliun. Kemendikbud tidak bisa merehab seluruh SMP karena kebutuhan anggaran totalnya mencapai Rp3 triliun. Karena anggaran terbatas, maka program ini akan dilanjutkan tahun depan.
Dia menegaskan, penetapan sekolah penerima bantuan rehab diambil dari data pokok pendidikan (dapodik). ’’Bukan dari proposal usulan karena rentan ada calo,’’ katanya. Firdaus juga mengungkapkan, dana rehab langsung ditransfer ke rekening sekolah. Tidak boleh dipotong oknum mana pun, termasuk Dinas Pendidikan setempat. Selain itu, proses rehab juga berbasis swakelola, bukan tender sehingga anggaran bisa terserap maksimal untuk kegiatan rehab.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Ferdiansyah, menyambut baik program rehab sekolah secara nasional. Pada dasarnya, dia menyebut, rehab sekolah secara nasional bukan program baru. ’’Hanya saja, tahun ini jumlah sekolah sasarannya bertambah cukup banyak,’’ tuturnya.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, penuntasan rehab untuk 1,3 juta ruang kelas rusak tidak bisa mengandalkan Kemendikbud saja. Ferdiansyah berharap, pemerintah daerah, selaku pemilik sekolah, juga ikut ambil bagian dalam program rehab sekolah rusak.
Ia menegaskan, program rehab secara nasional ini bukan berarti kewajiban pemerintah daerah memperbaiki sekolah gugur. Dia menyatakan, dalam dana alokasi khusus (DAK), yang ditransfer ke kas daerah, ada komponen untuk merawat setiap unit ruang kelas. (wan/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!