17 UMKM Kantongi Lisensi Merchandise Asian Games 2018

Merchandise Asian Games 2018

JAKARTA – Asian Games XVIII/2018 akan memanjakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM). Sebanyak 17 UMKM mendapatkan hak untuk memproduksi sekaligus menjual merchandise Asian Games. Melalui mereka, produk Indonesia diharapkan bisa lebih mendunia.

“Kami yakin dengan mengedepankan perusahaan dan UMKM nasional dalam menyediakan merchandise resmi Asian Games akan memberikan warisan yang positif untuk kedepannya,” ungkap Mochtar Sarman, Direktur Merchandise INASGOC 2018.

Dikatakan Mochtar, pihaknya telah melakukan seleksi kepada pemegang lisensi merchandise Asian Games secara transparan dan akuntabel. Caranya, dengan mengumumkannya melalui website dan kemudian dipilih secara ketat berdasarkan
kriteria yang dipersyaratkan. Beberapa komponen yang diukur adalah kualitas dan orisinalitas produk. Yang kedua adalah kekuatan jaringan distribusi. Selain itu adalah mitra pemegang lisensi harus memiliki daya serap mitra dan pemberdayaan mitra UMKM serta memiliki kredibilitas perusahaan yang baik.

“Sistemnya bagi hasil. Artinya, bagian untuk Panitia dari hasil penjualan merchandise akan diserahkan ke negara,” ujarnya. “Ke depan, akan ada tambahan mitra pemegang lisensi di bidang produk casing ponsel, kemudian kerajinan berbahan dasar kulit serta makanan,” tambahnya.

Ketua Panpel Asian Games (INASGOC) Erick Thohir mengatakan, Asian Games membawa
dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) masih menghitung dampak tidak langsung dari perhelatan multieven terbesar kedua setelah olimpiade ini. Untuk sementara, Bappenas menghitung dampak ekonomi dari pengeluaran pengunjung selama tinggal di Indonesia untuk Asian Games 2018.

“Nilainya sebesar Rp 3,6 triliun dengan komposisi 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran
terbesar yang mencapai Rp1,3 triliun,” ucap Erick.

Direktur Pendapatan, Pemasaran, dan Penjualan INASGOC Hasani Abdulgani menghimbau,
para pelaku UMKM di Indonesia untuk tidak menggunakan segala hak cipta intelektual Asian Games seperti logo, maskot, kata Asian Games, bahkan warna-warna yang mengasosiasikan kejuaraan olahraga itu dalam produk maupun jasa mereka. Dia menyarankan, pelaku UMKM dapat datang ke INASGOC dan bekerja sama. Bentuk kerja sama itu beraneka ragam.

“Jika mereka memang ingin menggunakan lisensi Asian Games, kami akan jaga kualitas barangnya,” ucap Hasani.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!