18 April Hari Warisan Dunia

Mendikbud Muhadjir Effendy

JAKARTA – Dua geopark di Indonesia akhirnya diakui dunia. Kawasan Gunung Rinjani dan Ciletuh mendapat pengakuan dari Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) di bulan ini. Dalam sidang Unesco Executive Board di Prancis ditetapkan dua geopark tersebut menjadi geopark dunia.
General Manager (GM) Geopark Rinjani, Chairul Mahsul, berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencapaian Rinjani sebagai geopark dunia tersebut. “Secara de facto, Gunung Rinjani sudah masuk menjadi geopark dunia sejak ditunjuknya NTB menjadi tuan rumah kegiatan Asia Pasific Geopark Network Symposium pada 2019. Namun pengumuman resminya dikeluarkan pada April 2018. Sedangkan penyerahan piagam sebagai anggota baru geopark dunia akan dilaksanakan di Italia, September nanti,” katanya.
Dengan peningkatan status tersebut, bakal ada perubahan di Kawasan Gunung Rinjani. Salah satunya, kawasan Gunung Rinjani akan semakin dipromosikan ke masyarakat internasional. Termasuk juga di ratusan geopark dunia lainnya. Ini tentunya berimbas pada sektor pariwisata NTB.
Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, pun resmi mendapatkan predikat sebagai Unesco Global Geopark (UGG). “Semua negara menyetujui kawasan Ciletuh, Palabuhanratu, sebagai UGG,” ujar Dana Budiman, GM Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Pada awal Agustus 2017, geopark tersebut sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia. Geopark Ciletuh dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah.
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efffendy melalui Direktur Diplomasi Warisan Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Najamudin Ramli mengatakan jika 18 April atau besok merupakan hari warisan dunia. Kemendikbud ikut berpartisipasi dalam merayakan hari tersebut. “Warisan dunia yang ada di Indonesia juga kebudayaan nasional Indonesia,” katanya dalam acara taklimat media perayaan hari warisan dunia 2018 kemarin (16/4).
Dalam kesempata itu, Najamudin juga menyampaikan jika pada 5-16 April lalu telah dilakukan pengecekan oleh tim reaktif UNESCO ke Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dalam kunjungan tersebut, tim menilai ketiga taman nasional itu perlu mendapatkan perhatian khusus. “Hal-hal yang menjadi evaluasi dari UNESCO itu akan diperbaiki, mungkin masalah perambahan hutan, komitmen untuk tidak membuat infrastruktur yang lain, juga harus dievaluasi lagi. Karena memang, dulu janjinya dengan UNESCO, warisan alam itu tidak boleh dijamah oleh siapapun,” kata Najamudin. (lyn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!