18 Orang Begal Motor, 1 Korban Tewas

Ilustrasi

PALEMBANG – Para pelaku pembegalan menantang polisi. Meski sudah digembar-gemborkan ancaman tembak mati, tapi mereka tidak takut. Terbukti, Senin (9/7), pukul 02.00 WIB, kawanan bandit jalanan ini beraksi di Jl Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang, depan Perumahan Dinas Deninteldam. Dari empat remaja, tiga jadi korban. Salah seorang bahkan meregang nyawa di lokasi kejadian. Yang tewas, M Deni Setiawan (16), pelajar kelas 2 salah satu SMK di Palembang. Sedang dua temannya yang lain, Saputra (15) dan Erlangga (15), terluka, tapi selamat. Seorang lagi, Imam, selamat tanpa terluka.

Kawanan pelaku yang informasinya berjumlah sekitar 18 orang membawa kabur sepeda motor Revo milik Erlangga. Bagaimana kejadiannya? Sekitar pukul 20.00 WIB, Erlangga pamitan dengan keluarga pergi nonton kuda lumping. “Tidak jauh dari lokasi kejadian,” kata Ahmad Zazili (50), ayah Erlangga.

Empat sekawan ini hendak pulang ke rumah, sekitar pukul 23.00 WIB. Erlangga lalu mengajak ketiga temannya mampir dulu ke rumah dia di Jl Seduduk Putih, Kecamatan Ilir Timur II. Setelah itu, Erlangga pamit dengan keluarganya untuk pergi mengantarkan teman-temannya ke rumah mereka masing-masing.

“Yang bawa motor Deni, sedang Erlangga di tengah dan Saputra di belakang. Mereka bonceng tiga,” kata Zazili. Menurut cerita sang anak, mereka sempat mampir ke SPBU di Km 5 untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM). Sekitar pukul 02.00 WIB, saat akan mengantar pulang Deni, mereka bertemu kawanan pelaku. Mereka langsung diserang dengan celurit hingga terluka.

Imam refleks tancap gas dengan sepeda motornya. Dia selamat dari pengeroyokan itu dan tak terluka sama sekali. Sedang Erlangga, Deni, dan Saputra terjatuh dari motor. Dalam keadaan terluka, ketiganya lari berpencar. Para pelaku tetap mengejar mereka.

Deni lari ke arah TKP dan terkapar bersimbah darah di Lr Mufakat 1, depan rumah Santoso, warga di sana. Sedangkan Erlangga dan Saputra mencari pertolongan ke Perumahan Dinas Deninteldam. “Anak saya sempat meninggalkan pakaiannya yang penuh darah di sana. Dia dan Saputra lalu ditolong dua perempuan yang membawa mereka ke Bidan Soraya,” beber Zazili.

Erlangga mendapatkan perawatan medis di sana. Kemudian dirujuk ke RSMH. Begitu juga Saputra. Keduanya mengalami luka bacok di kepala. Bahkan, Saputra hingga kemarin masih dalam dirawat, Erlangga sudah boleh pulang.

“Nah, Deni tidak ketemu, pagi tadi kami dapat kabar kalau dia meninggal,” beber Zazuli. Menurutnya, begitu berhasil melarikan diri, Imam langsung melapor kepada orang tuanya kalau dia dan ketiga temannya kena begal.

Mengajak teman-temannya, Imam kemudian mencari keberadaan Deni, Erlangga dan Saputra yang dikeroyok kawanan pelaku. “Kata Erlangga, pelakunya yang ia lihat sekitar enam orang naik dua motor, ada yang bonceng tiga,” tutur pria yang berprofesi sebagai PNS itu. Namun, ucap Zazili, ada saksi dari warga yang melihat kalau kawanan pelaku berjumlah sekitar 18 orang, naik enam motor. (wly/tha/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!