33 Wanita Hamil di Kamboja Dirazia

KAMBOJA – Sebanyak 33 perempuan hamil di Kamboja terjaring dalam razia polisi karena terbukti mengandung bayi yang nantinya akan dijual ke klien China. Polisi juga melakukan penangkapan terhadap otak dari kegiatan ilegal ini.

“Lima orang ditangkap menyusul penggerebekan yang dilakukan di ibu kota Kamboja, Phnom Penh,” kata polisi setempat, dikutip dari Asia One, Sabtu (23/6).

Direktur Anti-Perdagangan Manusia, Keo Thea, menjelaskan bahwa dari kelima orang yang ditangkap, empat orang di antaranya merupakan wanita Kamboja sementara satu lainnya merupakan seorang manajer dari China.

“Pihak berwenang kami menjadikan mereka tersangka atas tuduhan perdagangan manusia dan menjadi perantara dalam penyediaan ibu pengganti” jelas Keo Thea.

Untuk saat ini, ungkap Keo Thea, para ibu yang sedang mengandung bayi kliennya tidak akan menghadapi tuntutan apapun.

Menurut keterangan para calon ibu, mereka dijanjikan USD 10.000 atau Rp 140,9 juta untuk jasa yang mereka berikan. Saat dinyatakan hamil, mereka akan menerima bayaran sebesar USD 500 atau Rp 7 juta. Sisa uang akan dilunasi per USD 300 sampai lunas apabila bayi telah lahir dan syarat-syarat perjanjian dipenuhi.

Keo Thea menjelaskan hingga operasi ilegal ini berlangsung, sudah 20 bayi diberikan kepada klien di China. Beberapa dilahirkan di China sementara lainnya di Kamboja.

Sebagaimana diketahui, Kamboja telah menjadi tujuan utama yang terkenal di dunia bagi pasangan infertil yang ingin memiliki keturunan. Meski operasi ini telah dilarang oleh pemerintah sejak 2016, masih banyak oknum nakal yang menjalankan bisnis ini.

Selain Kamboja, Thailand dan India juga terkenal dengan bisnis ilegal semacam ini. Pemerintah kedua negara telah memberlakukan larangan terhadap operasi ini menyusul serangkaian kasus yang menimbulkan kekhawatiran eksploitasi. (int)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!