4 Kg Sabu Dalam Kemasan Teh

Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Anthoni Hutabarat saat rilis tangkapan barang bukti 4 kg sabu dalam kemasan teh yang disita dari empat orang tersangka,. Foto: Dian/Sumeks

Jaringan Empat Provinsi

PALEMBANG – Peredaran narkotika seakan tak ada matinya. Kemarin (17/7), Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel gelar perkara tangkapan narkoba jenis Sabu seberat 4 kg jaringan Aceh, Palembang, Medan dan Bali di halaman BNNP Sumsel.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNNP Sumsel, Brigpol Anthoni Hutabarat membeberkan kronologis penangkapan keempat tersangka yang dihadirkan. Berawal dari informasi yang di dapat pihaknya, sekitar seminggu sebelum dilaksanakan penangkapan.
“Kita dapat informasi bahwa akan ada kiriman paket sabu seberat 4 kg yang dikirim dari Aceh, Palembang, Medan dan Bali,” tuturnya disela-sela ekspos. Setelah mendapat info, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Polda, BNN dan Beacukai dalam melaksanakan penyelidikan.

Tepat pada Sabtu (15/7) sore pihaknya mendapati barang tersebut dibawa oleh dua orang sepasang suami istri dari Medan menggunakan bus. “Saat mereka turun dari bus dan hendak naik taksi ditangkap dua orang dengan BB 4 Kg sabu, mereka inisial NN dan NH,” imbuhnya seraya menyebut, kedua tersangka itu merupakan sepasang suami istri yang beralamat di Jawa Timur.

TKP Penangkapan sepasang suami istri tersebut, di Jalan Letnan Harun Sohar, Tanjung Api-api (TAA), Kecamatan Sukarami, Palembang sekitar pukul 15.30 WIB. Adapun BB berupa 4 kg sabu, diletakkan di dalam tas dan di dalam kotak sepatu kickers warna merah di dalam kemasan teh Tiongkok dengan merk Guanyingwan.

Setelahnya, ternyata dari keterangannya kedua TSK, mereka diperintahkan AS untuk membawa barang dari Medan ke Pengandaran, dan sampai di Palembang diperintahkan menemui SH dan ID dan pada waktu itu dijanjikan sore hari. “Saat itu kita coba bertemu SH dan ditangkaplah SH dan ID di hotel kawasan Jalan Kolonel Atmo sekitar pukul 18.00 WIB di hari yang sama,” terangnya.

Berdasarkan keterangan yang didapat, SH dan ID ini, setelah menerima barang dari NN dan NH diperintahkan membawanya ke bandara dan akan diambil seseorang di Bali. “Jadi ini jaringan lintas Provinsi dari Aceh, Medan, Palembang dan Bali,” sambungnya.

Antoni menyinggung, beberapa waktu lalu pihaknya mendapati ada berapa ribu ekstasi dari Palembang, Medan dan Bali yang dibawa melalui bandara. “Mungkin karena ketahuan, kali ini dibawa dari jalur darat,” terangnya.

Saat disinggung kaitannya dengan penangkapan sabu 1 ton, Anthoni menyebut masih dalam proses pengembangan dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. “Setelah ada penetapan dari pengadilan, nantinya semua BB ini akan dimusnahkan,” timpalnya.

Jika diuangkan, BB 4 kg sabu bisa mencapai Rp4 miliar dengan estimasi 1 kg sabu Rp1 miliar. “Kedepan kita akan lebih sering mengadakan razia di perbatasan dan di pelabuhan,” imbuhnya. Atas perbuatan tersangka, yang mengaku semuanya hanya sebagai kurir, akan dikenakan hukuman dengan ancaman seumur hidup hingga hukuman mati sesuai dengan pasal 112, 114 dan 132 tentang narkotika.

Ditambahkan Medi, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Palembang mengaku, pihaknya sangat berterima kasih sekali hubungan terjalin baik. “Kedepan terus dilakukan dan kalau ada info mohon diinformasikan kepada kami,” imbuhnya.

Wadirnarkoba Polda Sumsel AKBP Amazon tak menampik bahwa Palembang sangat rawan dan apalagi terletak di posisi di jalan lintas yang menghubungkan ke berbagai kota lain. “Jadi kita harus bersama-sama untuk mengentaskannya dan tidak bisa diselesaikan sendiri,” tuturnya. Dengan penangkapan 4 kg sabu, maka secara tak langsung sudah menyelamatkan 20 hingga 25 ribu jiwa. (chy)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!