4 Ribu Sertifikat Tanah “Tak Bertuan”

Kepala BPN Kota Prabumulih, Jakun Edi

PRABUMULIH – Meskipun BPN (Badan Pertanahan Nasional) kota Prabumilih mendapatkan jatah 5 ribu penerbitan sertifikat program Prona PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) di tahun ini (2018, red). Nyatanya penerbitan sertifikat di tahun lalu (2017, red) masih ada sekitar 3.500 hingga 4 ribu sertifikat “tak bertuan” alias tak kunjung diambil pemiliknya.

Akibatnya, ribuan sertifikat yang sudah dibuat dan belum diambil tersebut, saat ini masih menjadi “koleksi” di BPN Kota Prabumulih.

“Di tahun 2017 lalu, kita sudah menyelesaikan 99 persen penerbitan sertifikat tanah dan 3.500-4ribu sertifikat belum diambil juga,” ujar Kepala BPN Kota Prabumulih, Jakun Edi disela-sela rapat sosialisasi PTSL di ruang rapat lantai I Pemkot Prabumulih, Selasa (17/4).

Dalam kesempatan itu pula, dirinya menegaskan alasan masyarakat tak kunjung mengambil surat tanah tersebut. Lantaran biaya BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) yang mahal.

“Sehingga surat tanah itu jadi beban, karena kami takut hilang karena tempat penyimpanan dan warka hampir tidak ada,” jelasnya.(chy)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Rabu (18/4). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!