Satu Proyektil Peluru Sudah Diangkat

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menjenguk korban penembakan di RS Sobirin Kabupaten Mura diLubuklinggau, usai menghadiri rapat paripurna HUT Kabupaten Mura ke 74 di gedung DPRD Mura, Kamis (20/4). Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Direktur RS Sobirin Kabupaten Mura, dr Harun menjelaskan pasca operasi terhadap Diki, sopir, korban penembakan oknum polisi dalam razia di Lubuklinggau, kondisinya kian membaik di ICU. “Diki kita operasi Rabu (19/4). Satu proyektil pelurunya sudah kita angkat. Dia alami luka di perut. Korban lain sudah dikirim ke Palembang,” jelasnya.

Sementara, Kamis (20/4), Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin juga menyempatkan diri menjenguk korban penembakan, yaitu sopir Honda City, Diki di RS Sobirin Kabupaten Mura diLubuklinggau, sekitar pukul 15.30 WIB, usai menghadiri rapat paripurna HUT Kabupaten Mura ke 74 di gedung DPRD Mura. Dia didampingi  Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe dan Bupati Mura, H Hendra Gunawan, dan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga.

Terpisah, di kediaman keluarga Sudirman alias Cut (42), di pinggir jalan lintas Sumatera (Jalinsum) samping PT Silo, RT 12, Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) Kamis, agak lenggang. Sejumlah tenda, tikar, kursi yang digunakan untuk hajatan sudah dirapikan. Tak lagi ada tamu yang datang.

Tapi, kasus penembakan tamu istimewa mereka saat mau hadiri pernikahan putri sulung Cut masih membekas. Apalagi, ingatnya, keluarga Surini sederhana, harmonis, juga mudah bergaul. “Kami sering ke rumah kontrakan anak Surini, Indra, saat masih bekerja di PT Silo empat tahun lalu,” ujarnya.

Baca Juga :  Serang Polisi, Kabur Terjun ke Sungai

Dia pun bisa kenal dekat karena ada salah satu saudara Surini menikah dengan kerabatnya. Dia mengenal korban sebagai petani sayur di Bengkulu. Surini pun cukup sering datang.

Awalnya pakai motor sambil bawa sayuran dari Bengkulu, tapi sekitar empat kali ini pakai mobil. “Itu mobil anak angkatnya yang ngekos di rumah Surini,” jelas Cut. Setiap kali bertandang ke rumah Cut, tak jarang membawa sayuran segar. Kalau sedang cerita, kata dia, bisa dari pagi sampai malam.

“Dia suka cerita soal tanam-tanaman itulah. Kalau sedang musim hujan almarhumah panen banyak,” kenang Cut. Karena kejadian itu, keluarganya sampai saat ini masih syok terutama sang istri. Setiap kali dengar pemberitaan di televisi, istrinya selalu pingsan.? “Saat pernikahan putri saya, kami sangat menantikan keluarga almarhumah. Bahkan mereka sudah lama merencanakan mau datang,” tuturnya.

Atas kejadian ini, pihaknya sangat menyesal. “Nanti malam (tadi malam, red), keluarga kami akan mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Karena nigo hari. Saya merasa sangat kehilangan, keluarga itu keluarga baek nian,” kenangnya.

Cut kembali meminta penegak hukum memberikan keadilan terhadap keluarga korban. Apalagi dari video amatir yang ditonton bersama keluarganya di televisi, kendaraan yang ditumpangi korban tetap ditembaki meski sudah berhenti. “Ini brutal, saya minta ditegakkan keadilan,” pintanya. (vis/wek/wly/cj13/fad/ce1)

Baca Juga :  Polres Lubuklinggau Masih Memeriksa Intensif Brigadir K

 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!