5 Tips Biar Bunda Nyaman Kembali Bekerja Usai Cuti Melahirkan

Ilustrasi

RASA sedih dan tak tega sering menggelayuti hati para bunda yang baru saja melahirkan dan selesai menjalani cuti. Setelah 3 bulan disibukkan dengan rutinitas sebagai ibu, ketika kembali bekerja pasti ada kesulitan meninggalkan buah hati di rumah.

Ibu pasti khawatir bagaimana si kecil akan dirawat oleh orang lain. Bagaimana popoknya, makannya, susunya, dan terlebih jika sakit. Maka, hari pertama ibu kembali bekerja usai cuti melahirkan akan sangat emosional.

Maka dilansir dari Pop Sugar, Minggu (6/5), ada beberapa tips bagi para ibu agar tetap yakin melangkah kembali bekerja dan meninggalkan buah hati di rumah. Tentu di tahap awal membutuhkan penyesuaian yang sulit.

Cek Ruang Menyusui

Sebuah kegiatan baru usai melahirkan adalah menyusui. Maka tanyakan kepada kantor di mana Anda bisa memompa ASI. Semestinya setiap perusahaan menyediakan ruang laktasi atau ruang menyusui. Sehingga busui akan lebih nyaman saat memompa ASI. Cek juga apakah ada wastafel, lalu apakah ada kulkas untuk menyimpan ASI?

Persiapkan Tas dan Pakaian Sejak Malam

Kesibukan menjadi ibu tentu membuat perempuan sering terjaga di malam hari. Maka wajar jika masih mengantuk di pagi hari. Sebaiknya persiapkan semua dokumen kantor di dalam tas sejak malam hari agar tak terburu-buru. Lalu siapkan juga pakaian yang akan dipakai ke kantor.

Siapkan Pengasuhan atau Penitipan Anak

Sebaiknya hal ini dipikirkan bersama suami sejak sebelum hamil atau di masa kehamilan. Jika suami sepakat istri kembali bekerja, maka harus dipikirkan di mana bayi akan dititipkan. Jika harus bersama neneknya tentu akan lebih baik.

Peralatan Menyusui

Sebaiknya ini juga dicicil satu persatu untuk dipersiapkan sebelum persalinan. Dari mulai pompa ASI, ruang pendingin untuk menyimpan ASI, kompres es, adaptor AC atau baterai jika tak ada steker. Kemudian tas pompa ASI. Hingga alat membersihkan botol susu dan pompa ASI. Bahkan sampai busana ramah busui dan bra menyusui.

Pantau Bayi

Meski ada di kantor, boleh sesekali menelpon pihak yang menjaga bayi Anda. Pantau keadaannya, bisa dengan Video Call juga. Ada pula di zaman cangging saat ini berupa aplikasi monitor memantau perkembangan bayi yang terkoneksi dari ponsel. Sehingga meski berada di kantor, ibu tetap bisa mengintip sang baby di rumah. ika/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!