7 Oknum LSM Diamankan, Diduga Peras Pengecer Pupuk

Ketujuh LSM yang mengaku tim khusus dari Aliansi Indonesia pusat itu diamankan di Polres karena diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah pengecer pupuk di Kabupaten OKU Selatan. Foto: Didi/Sumeks

MUARADUA – Saturan Resrkrim Polres OKU Selatan kembali mengamankan tujuh
oknum LSM (Lembaga Suwadaya Masyarakat). Ketujuh LSM yang mengaku tim
khusus dari Aliansi Indonesia pusat itu diamankan di Polres karena diduga
melakukan pemerasan terhadap sejumlah pengecer pupuk di Kabupaten OKU
Selatan.

Ke-7 oknum LSM tersebut, Dapid KBR (38) warga Desa Panggal Kabupaten OKU,
Ramadhon Nawawi (42) Warga RS Sriwijaya Blok FCBaturaja OKU, Deni
Hariansyah (24) Warga Padang Bindu Kecamatan Semidang Aji OKU, Afri Irama
(22) warga Desa Ulak Pandan Semidang Aji OKU, Hendra Desparadi (240 warga
Bedegung Semidang Aji OKU, Dores (26) warga Air Pauh Baturaja Timur dan
Imron (51) Warga Desa Ruos Kecamatan Buay Rawan OKU Selatan.

Dari tangan mereka diamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp4 juta yang
diduga dari hasil memeras, serta bebrapa atribut seperti Id card LSM, Kartu
Pers, handhpon, satu unit printer lengkap dengan laptop, mobil avanza
bernopol, serta beberapa bandel dokumen yang dijadikan alat untuk
mengumpulkan data.

Menurut Kapolres OKU Selatan AKBP Ferri Harahap SIK SH MSi melalui
kasatreskrim AKP Revow Lapu SIK mebenarkan ketujuh oknum LSM itu saat ini
diamankan di Polres OKU Selatan. Mereka kata kasat di amankan dalam
perjalanan di desa Serimenanti sepulang dari tempat salah satu korbannya.
“Mereka disergap anggota atas laporan masyarakat yang menjadi korban
pemerasannya,”ujar Kasat.

Baca Juga :  Spesialis Curat "Ngesot" Dipelor

Ketujuh oknum LSM itu saat ini masih dimintai keterangannya di Polres,
terkait laporan dugaan pemerasan. “Kalau dari laporan modus mereka ini
menggali data dengan memintai keterangan sejumlah pengencer terkait HET dan
lain sebagainya. Dari situ mereka langsung memintai sejumlah uang para
pngecer. Ada yang sudah menjadi korban melapor,”ujar Rivow seraya
mengatakan sementara ke-7 oknum LSM itu masih bersetatus terperiksa.

Sementara salah satu penngecer yang menjadi korban pemerasan oleh 7 oknum
LSM, Purwo mengatakan, jika oknum LSM itu mendatanginya pada Jum’at lalu.
Mereka kata Purwo sempat mengintrogasinya layanya polisi, lalu pada
akhirnya meminta uang rp 5 juta. “Mereka kerumah hari Ju,at nanya itu,
nanya inilah soal HET lah sampai akhirnya minta uang Rp5 juta, ya saya
bingung dan takut saya kasih sebesar itu langsung. Setelah itu uang mereka
langsung pulang,”ujar Purwo.

Pengecer lainnya yang juga menjadi korban pemerasan Joni Yuliansyah pemilik
kios mitra tani Banding Agung, diwawancari mengaku didatangi oknum LSM itu
pada hari Selasa lalu. Mereka modusnya sama mengintrogasi dirinya tentang
soal penyaluran pupuk bersubsidi. Mereka minta uang Rp5 juta, tapi saya
kasih 1 juta, sisahnya mereka minta ditranfer belum saya transfer. Ini ada
dikasih no rekeningnya,”ujar Joni.

Baca Juga :  Ishar Ditemukan Membusuk di Kebun Kopi

Sementara salah satu koordinator oknum LSM Dapit membantah jika Ia memeras
para pengecer. Menurutnya apa yang dilakukannya sebagai pentuk pembinaan
dan edukasi kepada para pengecer sekaligus pengumpulan data. “Silahkan saja
kita dikatakan meras, namun kita tidak melakukannya. Kita hanya mencari
data memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pengcer, soal ada uang
itu mereka ngasih mungkin karena mereka (pegecer) takut ada
masalah,”ucapnya saat diamankan di Mapolres OKU Selatan. *(dwa)*

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!