Sumsel Komitmen Restorasi Hutan Kritis

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin meninjau pameran The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting di halaman Griya Agung. Foto: Kris Samiadji/Sumeks

Bersama Negara se-Asia Pasifik

PALEMBANG – Negara se-Asia Pasifik komitmen bersama merestorasi hutan kritis di dunia. Itu diwujudkan lewat event Bonn Challenge 2017, 9-10 Mei dan Sumsel menjadi tuan rumah pertemuan Menteri Lingkungan Hidup se-Asia Pasifik.

Nah, Senin (8/5) sudah digelar South Sumatra Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asian High Level Roundtable Meeting. Hari ini (9/5) para delegasi peserta akan memulai kerja kunjungan ke Sepucuk OKI. Tepatnya ke lokasi lahan yang pernah terdegradasi. Kemudian Rabu (10/5) Roundtable Meeting di Griya Agung.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyebut Bonn Challenge merupakan konferensi lingkungan hidup tingkat internasional yang dihadiri para Menteri Lingkungan Hidup se-Asia. Tujuannya tak lain bersama-sama merestorasi hutan kritis di dunia.

“Semua delegasi negara punya komitmen besar terhadap lingkungan. Khususnya mereduksi emisi dan deforestasi, degradasi hutan dan lahan, serta kegiatan pengayaan stok karbon dan pelestarian keanekaragaman hayati (REDD+) di bawah UNFCCC,” ujar Alex, usai meresmikan pameran The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting, di halaman Griya Agung, kemarin.

Alex menerangkan, Bonn Challenge pertama kali diprakarsai pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan International Union for Conservation Nature 2011 lalu di Kota Bonn Jerman. Pertemuan itu menargetkan restorasi hutan di dunia mencapai 150 juta hektare sampai 2020 mendatang selaras dengan Deklarasi New York 2014 tentang Hutan.

Baca Juga :  Pasar Terbatas, hanya 88 Unit

“Sasaran kegiatan ini untuk kurangi pemanasan global akibat efek gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim dunia. Kita patut berbangga karena Provinsi Sumsel satu-satunya Provinsi di Indonesia yang diundang sebagai pembicara pada beberapa pertemuan Bonn Challenge,” ucap dia. Dikatakan, Sumsel dinilai sebagai daerah paling konsisten mengurangi emisi karbon melalui kegiatan restorasi.

Pertama kali, Sumsel diundang pada pertemuan Bonn Challenge 2015 di Kota Bonn, Jerman dan 2016 di Panama. Itu karena Sumel menginisiasi tujuh restorasi di berbagai lokasi. “Kami (Pemprov Sumsel) bertanggung jawab memelihara dunia yang sudah tua ini untuk diwariskan kepada generasi muda,” tegasnya.(yun/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!