Akhirnya… Konflik Warga dengan Perusahaan Berakhir

Penandatanganan kesepakatan warga Desa Riding dengan PT BMH. foto: istimewa

KAYUAGUNG – Permasalahan lahan serta keinginan masyarakat Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI untuk mendapatkan kemitraan dari perusahaan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) sejak 2005 lalu akhirnya mencair. Setelah adanya kesepakatan antara kedua belah pihak.

Dalam proses penyelesaian konflik ini, pemerintah melalui Direktorat Penyelesaian Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA) telah membantu memfasilitasi proses penyelesaian konflik. Hasilnya pada 16 Maret 2017, PT BMH dan masyarakat Desa Riding telah menandatangani kesepakatan perdamaian (MOU) yang dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Kerjasama (NKK) kemitraan kehutanan, Jumat (21/4).

Yakni lahan seluas 10 ribu hektare hutan dilegalkan PT BMH dan masyarakat Desa Riding sebagai program kemitraan.

Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DR ING Hadi Daryanto DEA mengungkapkan bahwa penyelesaian konflik tenurial menjadi salah satu program perhutanan sosial untuk kepastian hukum baik bagi masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

Sebagai dasar pelaksanaannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat edaran No 01/menlhk/II/2015 yang ditujukan kepada para pengelola kawasan hutan baik pemerintah maupun korporasi.

“Intinya dalam penanganan klaim masyarakat atau hukum adat harus mengedepankan dialog dan menghindari tindakan represif serta memperhatipkan prinsip-prinsip hak azazi manusia,” kata Hadi. (gti)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!