Aktulisasi Nilai-Nilai Ajaran Islam

H M Riva’in S MHI

Oleh : H M Riva’in S MHI
Pegawai Kanwil Kemenag Sumsel

Para politikus sudah memberikan lebel bahwa 2018 adalah tahun politik. Pelebelan itu bukan tanpa ada alasan dan dasar. Menohok dari berbagai sumber dan informasi bahwa bangsa Indonesia di tahun ini akan mengadakan pesta demokrasi pemilihan Gubernur, Bupati ataupun Walikota secara serentak. Tentu kabar ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Indonesia.
Dalam persoalan As-Siyasah (politik), Islam telah mensyari’atkan aturan yang paling sempurna dan adil. Islam mengajari umatnya segala yang seharusnya dilakuan dalam berinteraksi (muamalah) dengan sesama muslim atau dengan yang lainnya.
Islam menggabungkan antara rahmah (kasih sayang) dengan kekuatan (power), menggabungkan antara sikap lemah lembut dengan kasih sayang terhadap semua makhluk sesuai kemampuan. Jika dengan lembut dan kasih sayang tidak bisa, maka kekuatan yang dipergunakan, namun dengan penuh hikmah dan keadilan, bukan dengan kezhaliman dan kekerasan (QS. an-Nahl/16:90-91).
Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan agar berlaku adil, menyayangi dan berbuat baik kepada setiap orang. Disamping itu, Allah ‘Azza wa Jalla juga melarang perbuatan keji serta semua tindak kezhaliman, baik yang berkaitan dengan nyawa, harta, kehormatan dan hak-hak kemanusiaan.
Allah ‘Azza wa Jalla menyuruhkan umat manusia agar menepati janji dan melarang semua tindakan yang melanggar penjanjian. Semua perkara yang diperintahkan maupun yang dilarang, diantaranya ada yang wajib dilaksanakan kaum muslimin, tanpa ada pilihan lain. Seperti dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. al-Ahzab/33:36).
Semua jenis persoalan di atas telah dikaji dan semuanya sesuai dengan perinsip keadilan dan hikmah serta selaras dengan kemaslahatan dan mampu menangkal berbagai kerusakan (mafsadad) dan mudharat.
Disamping persoalan-persoalan yang telah disebutkan dengan jelas dan gamblang, adapula persoalan-persoalan yang belum jelas. Dalam perkara-perkara atau persoalan yang masih belum jelas, baik dasar maupun cara penerapannya, maka kaum muslimin diperintahkan untuk bermusyawarah dan menimbangnya dari semua sisi; Memperhatikan syarat serta kaidah-kaidahnya juga akibatnya. (QS. Ali Imran/3:159).
Dalam permasalahan-permasalahan seperti ini, syari’at memberikan keleluasaan, setelah meletakkan kaidah-kaidah yang cocok untuk setiap waktu dan tempat, meskipun keadaan manusia telah berubah dan berkembang. Semua kaidah syari’at tersebut bila diterapkan dengan baik dan benar, dalam masalah besar maupun kecil, maka akan mendatangkan kebaikan dan menangkal keburukan.
Akan tetapi, pengkajian dan penerapan kaidah-kaidah diatas memerlukan majelis atau lembaga yang diisi para ulama yang memiliki kompetensi dan kapabilitas sebagai ulama. Anggota lembaga ini membahas semua permasalahan, satu persatu. Pembahasannya mencakup semua sisi, memberikan diskripsi tentang suatu pemasalahan sebagaimana mestinya, memperkirakan segala hal yang berhubungan dengannya, serta memperhatikan maslahat-maslahat yang ingin diraih dan metode termudah untuk mencapainya.
Lembaga itu juga membahas perkara-perkara yang berpotensi menimbulkan mudarat yang harus ditangkal. Pembahasannya meliputi penyebab dan sumbernya, mencari metode untuk menghilangkan mudharat, kemudian menghilangkannya secara keseluruhan atau meminimalisir pengaruh negatif yang ditimbulkannya.
Diantara ushul syari’ah (kaidah pokok syari’at) adalah kaum muslimin diperintahkan untuk melaksanakan agama mereka, menunaikan hak-hak Allah ‘Azza wa Jalla dan menunaikan hak para hamba; Kaum muslimin juga diperintahkan menyatukan suara dengan melakukan segala yang bisa menimbulkan rasa saling cinta dan bisa menghilangkan rasa iri dengki dan dendam. (QS. al-Hujurat/49:10).
Allah juga memerintahkan untuk selalu ikhlas dan jujur, dan melarang kebalikannya, seperti riya, sum’ah, sombong, ujub, berkeinginan buruk serta berusaha menyesatkan manusia. (QS. al-Anfal/8:60).
Maka lihatlah bagaimana doktrin (ajaran-ajaran) syari’at ini menjadi sebab tunggal dan jalan yang paling efektif dalam menjalankan politik dalam dan luar negeri. Ketahuilah! Sesungguhnya kesempurnaan dan kebaikan ada pada segala tindakan yang mengikuti petunjuk syari’at. Sebaliknya, semua kekurangan yang sudah terjadi atau yang dikhawatirkan itu ditimbulkan oleh kelalaian dan sikap acuh terhadap syari’at.
Termasuk dalam siyasah syar’iyah (politik syari’at) yaitu Allah ‘Azza wa Jalla menuntun para hamba-Nya untuk berusaha merealisasikan maslahat umum dengan cara membagi permasalahan tersebut dan menyerahkannya kepada yang berkompeten, orang yang mengerti seluk beluk inti permasalahan dan tahu solusi dari permasalahan yang diembankan kepadanya. (QS. Ali Imran/3:104)
Dalam QS an-Nahl/16:125 mencakup seruan dakwah yang ditujukan kepada kaum muslimin yang melakukan kesalahan dalam sebagian ajaran agama, juga mencakup juga dakwah kepada orang-orang kafir. Golongan pertama diajak untuk memperbaiki agama mereka, sedangkan golongan kedua diajak untuk masuk Islam yang menjadi sumber kebaikan manusia.
Dakwah ini dilakukan dengan metode hikmah, maksudnya menggunakan cara dan sarana yang paling tepat dan mudah untuk mendatangkan kebaikan atau menghilangkan keburukan atau minimal menguranginya. Metode disesuaikan dengan waktu dan tempat serta kondisi obyek dakwah dengan tanpa melanggar aturan syari’ah.
Dakwah juga dilakukan dengan mau’izhah hasanah (wejangan yang baik). Maksudnya adalah dengan menjelaskan dan menerangkan hal-hal yang bisa memberi manfaat dan yang mendatangkan mudarat, seraya mengingatkan buah yang akan diraihnya di dunia dan akhirat jika menjalankan ajaran-ajaran agama yang penuh manfaat itu. Juga dibarengi dengan penjelasan tentang berbagai keburukan yang mengiringi setiap yang dinyatakan berbahaya oleh agama. (*)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!