Alex: Sumsel Punya Motivasi Paling Kuat Membangun Daerah

PALEMBANG – Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya Kota Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 tersosialisasi lebih luas lagi. Termasuk keberadaan light rail transit (LRT) dari Bandara SMB II ke Jakabaring.

Gawean besar dan megaproyek bernilai triliunan rupiah itu disampaikan langsung Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH.

Sedang Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir mengangkat tema seputar pendidikan. Promosi itu dilakukan di hadapan 6.000 mahasiswa dan 500 dosen pendamping dari 105 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang menghadiri Dialog Nasional 6 Sukses Indonesiaku di Palembang Sport dan Convention Center (PSCC).

Menhub Budi Karya Sumadi menceritakan, dibangunnya LRT Palembang untuk mendukung Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Saat ini progres keseluruhan mencapai 86,33 persen. Mengalami deviasi 2,9 persen dari target yang seharusnya dicapai.

Sedikit ketertinggalan itu karena beberapa materi yang dibutuhkan untuk rel dan stasiun belum siap. “Tapi bisa dikejar. Kami sudah minta kepada kontraktor untuk mengatasi itu karena Maret akan dilakukan uji coba,” beber Budi, kemarin (12/2).

Ia memastikan, transportasi massal ini tarifnya sangat terjangkau. Yang digunakan adalah tarif perintis, Rp5 ribu per penumpang terhitung Juni-Desember 2018. Untuk mendukung operasional LRT Palembang, tahun ini pihaknya menganggarkan Rp129 miliar. “Setelah 2018, akan kami bahas lagi (tarifnya),” tambahnya.

Budi menambahkan, pemerintah perlu menerapkan skema tarif perintis untuk LRT Palembang. Pertimbangannya, moda transportasi ini baru dan demand masyarakat di kota itu belum terbentuk. “Yang penting masyarakat mau menggunakan LRT dulu. Untuk tarif perintis ada dasarnya, kita lihat daya beli masyarakat, kemampuan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memilih untuk menyosialisasikan Asian Games kepada para mahasiswa dan dosen yang menghadiri dialog nasional tersebut.

Kata Alex, Sumsel bukan provinsi terkaya di Indonesia. Namun dari sekian banyak provinsi, Sumsel punya motivasi yang paling kuat membangun daerah. Kini Sumsel membuktikan diri sebagai provinsi terdepan karena dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games bersama Jakarta. ”APBD Sumsel terbatas. Tapi dengan memaksimalkan bidang olahraga, bisa memiliki infrastruktur yang besar yang akan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Alex tak hanya memutar video progres pembangunan jelang Asian Games 2018, tapi juga kilas balik Asian Games pertama di Indonesia pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Ada tiga faktor Sumsel menjadi provinsi yang diandalkan.

Pertama, karena zero conflict. Kedua, punya kompleks olahraga terlengkap dalam kota dan ketiga banyak pengalaman menyelenggarakan berbagai event olahraga maupun lainnya tingkat nasional dan internasional. Sebut saja PON, ISG, SEA Games, hingga Asian University Games (AUG).

Sementara itu, Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan, dunia pendidikan tinggi harus menghadapi revolusi cyber digital. Dia mengajak semua mahasiswa, dosen dan unsur terkait bersiap menghadapi perubahan itu. Problem saat ini, jumlah dosen masih kurang dan infrastruktur belum memadai.

“Harapan saya, perkuliahan ke depan kita dorong ke sistem online (online learning),” sarannya. Sehingga, perbandingan dosen dan mahasiswa 1:30 untuk eksakta dan 1:40 untuk sosial bisa didorong jadi 1:100 bahkan 1.000. Silakan saja, asal infrastruktur online-nya siap,” tegasnya.

Sudah ada peraturan menteri tentang pendidikan jarak jauh. Pertengahan tahun ini akan mulai diberlakukan. Soal infrastruktur, perguruan tinggi harus membentuk cyber university.
“Tahun ini sistemnya baru dibangun, bisa berjalan maksimal 2019-2020,” tambahnya. Yang menjadi pilot project program ini adalah Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Bina Nusantara Jakarta.

Semua perguruan tinggi juga harus meningkatkan kualitas riset ilmiah agar masuk jurnal internasional. Dia telah memberikan lampu kuning bagi perguruan tinggi yang kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya masih rendah.

“Jika dosen dan perangkat kampus tak berkualitas, akan berdampak pada mutu lulusan,” imbuh Nasir. Untuk riset, Indonesia jauh tertinggal dibawah Thailand. Dari semua perguruan tinggi di Indonesia, hanya ada tiga yang masuk dalam 100 top dunia.

Yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknik Bandung (ITB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Semua berkaitan dengan kualitas mutu dan daya saing global. Kehadiran perguruan tinggi asing menjadi tantangan bagi semua perguruan tinggi di dalam negeri.

Selain itu, tata kelola dan manajemen perguruan tinggi harus efisien dan kreatif. Pemberian kewenangan otonomi yang Iebih luas dalam pengelolaan perguruan tinggi diharapkan memberikan manfaat langsung dalam kehidupan barbangsa dan bernegara.

Koordinator Kopertis wilayah II, Prof Dr Slamet Widodo MM MS menyatakan, dialog nasional kemarin dihadiri sekitar 6.500 orang mahasiswa dan dosen dari 105 perguruan tinggi.
Dialog membahas keberhasilan program kerja Kemenristekdikti yang telah dilaksanakan maupun yang masih berlangsung. Terutama menyangkut mutu pendidikan, kiat menghadapi revolusi industri, hingga teknis bagaimana meningkatkan kompetensi lulusan.

Juga dibahas tentang LRT Palembang dan Asian Games. Saat ini, total mahasiswa di lingkungan Kopertis Wilayah II sekitar 200 ribu orang. Tersebar di 215 perguruan tinggi swasta dan 215 prodi. “Khusus Sumsel di ada 97 ribu mahasiswa dari 105 perguruan tinggi,” pungkasnya. (yun/nni/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!