Alhamdulillah… Ganti Rugi Lahan Warga Disepakati

Rapat pembahasan ganti rugi lahan warga dengan PT BP di Op Room Pemkab Lahat, Jumat (18/5). foto: agustriawan sumeks.co.id

LAHAT – Perseturuan antara masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat dengan PT Banjarsari Pribumi (PTBP) akhirnya mulai menemui titik terang. Lantaran persoalan ganti rugi atas lahan yang digusur mencapai puluhan hektare, untuk 24 pemegang sah atas tanah, telah dilakukan musyawarah mufakat dengan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kabupaten Lahat, FKPD dan anggota DPRD, Jumat (18/5).

Padahal sebelumnya, warga sempat demo ke tambang dan manghadang akses jalan agar tuntutan mereka dipenuhi. Tiga poin yang didapat dalam pertemuan antara warga dan perusahaan di op room pemkab diantaranya dicabut pelaporan PTBP atas tuntutan warga Banjarsari. Dicabutnya tenda masyarakat yang memblokade jalan masuk perusahaan bergerak dibidang PLTU. Disetujui harga ganti rugi yakni, untuk lahan tanam tumbuh sebesar Rp55 ribu per meter dan semak belukar Rp50 ribu per meter.

Perwakilan warga Desa Banjarsari, Herwinsyah menyampaikan, setelah alotnya pertemuan demi pertemuan dengan perusahaan, terhadap lahan tanah, kini semuanya bernapas lega. Awalnya, ganti rugi untuk tanam tumbuh Rp70 ribu, semak belukar kisaran Rp50 ribu-Rp 65 ribu. Tapi, disepakati tawaran dari PTBP.

“Negosiasi dengan PTBP sudah 10 kali pertemuan, semuanya tidak menemui titik terang dan akhirnya, kini, berakhir dengan telah disepakatinya tiga poin di atas,” kata Herwinsyah yang dibincangi usai pertemuan. (gti)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!