Almarhum Arman Junaidi, Pengemudi Go-Jek Korban Tabrak Lari

Seorang pengemudi Go-Jek berdoa di makam korban. Foto: Kris/Sumeks

Anak Bungsu Bermimpi Ayahnya Kecelakaan

Duka mendalam menaungi Rahmita Fadilatul Laula Awlia (32). Suami tercinta, Arman Junaidi (36) meninggal dalam kecelakaan di Jalan Residen H Abdul Rozak di simpang tiga Celentang, Sabtu (17/6) sore. Sedang sopir dan truk yang menabraknya belum tertangkap
———–

Ratusan pria berjaket hijau bertuliskan Go-Jek memadati halaman sebuah rumah di Jl Depati Barin, Lr Sawit, Lingkungan 1 Kenten Laut, Banyuasin. Mereka, para pengemudi ojek yang menjadi rekan kerja empunya rumah, Arman Junaidi, yang tewas akibat tabrak lari di simpang tiga Celentang.

Kemarin (18/6), sekitar pukul 10.00 WIB, almarhum Arman dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Kenten. “Pasukan Go-Jek” yang berjumlah ratusan orang ikut mengantar jenazah almarhum ke pemakaman tersebut. Mereka berjalan kaki, bergantian menandu keranda jenazah almarhum. Solidaritas mereka tergambar nyata.

Di dalam rumah, Rahmita memangku kedua anaknya, Arjadhi Khiza Al-Mughny Awlia (7) dan Arjadhi Aqsho Al-Anthaky Awlia (5). Dia berusaha tegar, tak ingin menunjukkan kesedihannya. “Saya harus kuat demi anak-anak,” katanya kepada koran ini yang membincanginya.

Kata Rahmita, sang suami tulang punggung keluarga, bagi dirinya dan kedua anaknya. Almarhum sosok bertanggung jawab. Meski kehilangan, Rahmita mengaku ikhlas. “Semua sudah digariskan Allah SWT. Kami ikhlas dan tidak menuntut apa-apa,” lanjutnya.

Suaminya sudah delapan bulan terakhir jadi pengemudi Go-Jek. Sebelumnya, almarhum bekerja di sebuah perusahaan pembiayaan (leasing). “Sejak ada buka Go-Jek, suami saya langsung ikut bergabung. Dia sangat menikmati pekerjaannya yang sekarang, “ lanjutnya.

Penghasilan keluarganya juga membaik. Bahkan, setiap minggu sang suami sering mengajak dirinya dan kedua anak mereka pergi jalan-jalan. “Setiap Minggu pagi, kami sering ke pasar Cinde. Juga ketempat-tempat hiburan lainnya. Dia sangat sayang dengan anak-anaknya,” ujarnya.

Rahmita senditi mengaku tidak punya firasat apa-apa atas kepergian suaminya. Namun, beberapa hari sebelum kejadian, anak bungsunya, sempat mengatakan kepadanya. Dia bermimpi ayahnya kecelakaan.

“Tapi, kata anak saya, dalam mimpinya dia melihat ayahnya hanya luka-luka saja. Tidak sampai meninggal. Yah, namanya anak kecil, kami anggap main-main saja,” sambungnya. Ternyata, mimpi itu jadi kenyataan.

Kedua anaknya memang dekat dengan sang suami. “Mereka tidak mau tidur kalau tidak diusap punggung oleh ayahnya,” lanjutnya. Setiap hari, almarhum suaminya punya tugas rutin. Sebelum bekerja, antar jemput anak mereka yang pertama yang bersekolah di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kecamatan Kemuning.

“Sulung baru naik kelas 2. Sedang yang bungsu baru masuk TK,” sambungnya.
Dibalik kesedihannya, Rahmita mengucapkan rasa terima kasih tak terhingga kepada semua pengemudi Go-Jek yang satu profesi dengan almarhum suaminya. Sejak sang suami mengalami kecelakaan, pengurusan di rumah sakit hingga dikebumikan, merekalah yang telah membantunya.

“Bahkan mereka minta agar dapat mengusung keranda jenazah suami saya. Saya salut dengan solidaritas para pengemudi Go-Jek,” sambung Rahmita. Sementara itu, polisi masih menyelidiki identitas dan kendaraan yang menabrak korban.
Dalam kecelakaan di simpang tiga Celentang, sepeda motor BG 2340 ABF yang dikendarai korban ditabrak truk tangki. Usai menabrak, sopir dan truk itu kabur. Sedang korban terluka parah dan nyawanya tak tertolong. (vis)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!