Alum-Elizabeth Akan ke Toraja

Elizabeth Avalos bahagia Alum Langone Avalos sudah kembali ke pelukannya lagi. Foto: JPG

MAKASSAR – Sepeninggal Alum Langone Avalos (7), Aaron Casilas (3), teman bermainnya di Toraja Utara, merasa kesepian. Empat hari mereka berinteraksi dan bermain, membuat Casilas merasa berat ditinggalkan.

Hampir setiap saat Alum dan Casilas bersama-sama di area Sallebayu Restaurant and Bungalow, Kelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Toraja Utara.

Orang tua Casilas, Bunga Rachel, dan Edison Sulo, merupakan pemilik bungalow tempat Alum, Jorge Gabriel Langone (ayah), dan Candela Soledad Gutierrez (pasangan baru ayahnya), menginap empat hari.

“Semalam (Casilas) sempat mencari, ke mana Alum. Ia juga tampak agak tidak bersemangat, sangat beda saat Alum di sini,” beber Bunga Rachel.

Keluarga Bunga Rachel punya kenangan manis dengan tiga warga Argentina itu. “(Casilas) ceria dan jadi teman mainnya (Alum). Tidur bersama. Jadi, bisa jadi rasa kehilangan itu ada,” sambungnya.

Casilas merasa berat ditinggalkan Alum. Beberapa mata uang koin pemberian Alum, terus dia dipegang. Koinnya itu hampir tak pernah dilepaskannya dari tangannya.

Karena kelihatan putranya merasakan rasa kehilangan ia berupaya untuk tidak banyak menjelaskan masalah yang dialami Alum. Termasuk alasan Alum mendadak meninggalkannya bersamaan banyak petugas datang menjemput.

Bunga Rachel mengaku, ibu Alum, Elizabeth Avalos (27), sesaat setelah Alum, Jorge, dan Candela menuju Makassar sempat meneleponnya. Elizabeth menelepon dari Kedutaan Argentina untuk Indonesia di Jakarta.

Dengan rasa haru, kata Rachel, Elizabeth menyampaikan permohonan maaf atas masalah yang melanda keluarganya. Termasuk menyampaikan rasa terimah kasih atas pelayanan dan perhatian yang diberikan kepada Alum.

“Ia berjanji jika ada waktu, dia akan datang ke tempat kami,” katanya, kemarin.

Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto Sirait mengatakan, Alum, Jorge, dan Candela sudah diserahkan kepada perwakilan Kedutaan Argentina yang datang khusus ke Makassar.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membantu pihak kepolisian dalam mencari dan berhasil kita amankan dengan baik,” katanya.

Terpisah, Alum sudah bertemu ibunya, Elizabeth, di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, kemarin. Usai bertemu, mereka kembali ke Jakarta. Sementara ayah Alum, Jorge Gabriel Langone dan pasangan barunya, Candela Soledad Gutierrez, akan dideportasi. Keduanya tak memiliki visa untuk masuk ke Indonesia.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, Jorge dan Candela sebenarnya memiliki paspor, tetapi tak memiliki stempel. “Tidak ada visa. Dia akan dideportasi,” katanya.

Kasus yang menimpa Jorge dan Candella ini mengharuskan keduanya menjalani proses hukum di Indonesia terlebih dulu. “Kita menemukan adanya pelanggaran keimigrasian,” kata Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Napoleon Bonaparte.

Hal ini, lanjut Napoleon, untuk dilakukan kerja sama dengan Polda Sulsel dan Imigrasi Makassar. “Makanya kita serahkan dulu ke Imigrasi,” imbuhnya.

Red Notice yang dikeluarkan Interpol menetapkan Jorge dan Candela sebagai tersangka pidana. “Kami tidak melakukan penangkapan terhadap anaknya. Tapi kami amankan dan selamatkan, itu berdasarkan Yellow Notice,” jelas Napoleon.

Wakapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menjelaskan, mereka masuk di Indonesia secara ilegal. Hanya saja hal ini tak menjadi tanggung jawab Polda Sulsel “Wewenang sepenuhnya berada di imigrasi. Dulu punya wewenang, tapi hanya memantau saja,” tandas Guntur. (fkt-ans-sta/rif-zuk/air/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!