Amankan 8 Keluarga dan Kerabat Pelaku

DIGELEDAH: Densus 88 Antiteror saat menggeledah rumah terduga teroris di Riau, kemarin. Foto: JPG

JAKARTA – Densus 88 Antiteror bersama jajaran aparat kepolisian Polda Riau terus memburu sejumlah orang untuk mengusut tuntas kasus penyerangan Mapolda Riau yang terjadi Rabu (16/5). Kemarin (17/5) mereka sudah mengamankan delapan orang. Seluruhnya masih satu keluarga dan berkerabat dengan lima terduga teroris yang beraksi dua hari lalu. Mereka diamanakan untuk dimintai keterangan oleh petugas.
Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono menyampaikan bahwa delapan orang tersebut terdiri atas HAR, NI, AS, SW, HD, YEP, DS, dan SY alias IJ. ”Polda Riau bersama Densus (88 Antiteror) telah melakukan upaya-upaya penggeledahan terhadap teman-teman tersangka yang kemarin (Rabu) sudah kami identifikasi,” terang perwira menengah Polri yang lebih akrab dipanggil Syahar itu.
Berdasar data dari Densus 88 Antiteror dan Polda Riau, petugas turut mendapati sejumlah barang bukti dari delapan orang yang sudah diamankan. Di antaranya satu pucuk senapan angin, satu kantung plastik paku, satu keping VCD berjudul Umar bin Khattab, dua buah pisau, gulungan tembaga, dan beberapa buku tentang jihad serta ISIS. Selain itu, aparat juga mengamankan dua buah kitab, satu KTP, dan satu dompet.
Menurut Syahar, sampai kemarin sore delapan orang tersebut masih diperiksa oleh petugas. ”Sedang dilakukan upaya-upaya pemeriksaan dan pendalaman,” imbuhnya. Dia memastikan, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada publik setelah prosesnya tuntas. Sesuai ketentuan, Polri punya waktu untuk menyimpulkan apakah orang-orang yang mereka amankan terlibat kasus terorisme atau tidak.
Lebih lanjut, Kabagpensat Divhumas Polri Kombes Yusri Yunus mengungkapkan bahwa delapan orang tersebut diamankan dari tempat tinggal masing-masing. ”Di daerah Dumai,” imbuhnya. Menurut Yusri, dari delapan orang itu ada yang berstatus sebagai orang tua, kakak, adik, maupun saudara lima terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau menggunakan mobil. Namun, Polri belum membuka secara detail.
Pemeriksaan dan pendalaman dilakukan kepada delapan orang tersebut guna memastikan mereka terlibat atau malah tidak tahu menahu soal aksi teror yang menyebabkan seorang anggota Polda Riau gugur. ”Intinya masih didalami oleh tim Densus 88 Antiteror terkait peran masing-masing,” ucap Yusri. ”Mereka (delapan orang) apakah ada keterlibatan dari masing-masing,” tambahnya.
Menurut Yusri, pemeriksaan dan pendalaman juga dilakukan untuk memastikan bahwa delapan orang itu terkait atau tidak terkait dengan penangkapan terduga teroris di Sumatera Selatan (Sumsel). Mantan kabidhumas Polda Jawa Barat (Jabar) itu pun menyampaikan, pemeriksaan dan pendalaman itu penting lantaran ada terduga teroris yang berangkat dari Riau dan Sumsel ke Mako Brimob di Depok, Jawa Barat (Jabar).
Mereka berniat menyerang markas pusat Brimob itu setelah mendengar terjadi kericuhan yang melibatkan napi kasus terorisme di sana. Namun, rencana itu urung dilaksanakan karena situasi Mako Brimob sudah kondusif ketika mereka tiba di Depok. Lebih lanjut, Yusri menuturkan, sedikitnya delapan lokasi sudah didatangi dan digeledah oleh petugas pasca aksi teror di Mapolda Riau. ”Semuanya di daerah Dumai Timur,” kata Yusri. (syn/)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!