Anak Main Korek Api dan Melahap Kasur

Warga besama petugas di lokasi kebakaran Jl Wahid Hasyim, Lr Semendawai, RT 55, Kelurahan 3-4 Ulu, kemarin. FOTO: SUMEKS

PALEMBANG – Peristiwa kebakaran secara beruntun melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Seberang Ulu (SU) I. Sebelumnya kebakaran terjadi di Lorong Manggis, Kampung Rawa Bangun, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I, Rabu (7/6), yang menghanguskan 27 unit rumah.

Kemarin (8/6), si jago merah kembali berkobar di Jl KH Wahid Hasyim, Lr Semendawai, RT 55, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, tepatnya di samping sungai Kedukan. Sekitar pukul 15.30 WIB, api mulai muncul dari salah satu rumah warga, Ita. Karena cuaca panas dan terbawa angin, api langsung cepat melalap rumah yang ada di sampingnya.

Warga yang panik pun langsung berusaha menyelamatkan barang-barang berharga dan berlarian. Sedangkan warga sekitarikut menolong mengambil air di sekitaran DAS tak jauh dari lokasi. Selang beberapa menit kemudian, mobil pemadam kebakaran baru datang.

Dibincangi di lokasi, Ita yang masih mengenakan baju tidur terus menggendong anaknya, bahkan rambutnya juga ikut terbakar yang tercium bau agak menyengat.

Wajahnya terlihat pucat, tangannya juga gemetaran. Dirinya tak menyangka anak bungsunya, Ridho (4,5), menjadi penyebab rumahnya terbakar dan merambat ke rumah warga di sekitarnya. “Saya sedang masak, tiba-tiba anak saya teriak saat api sudah membesar,” ujarnya dengan nada gugup.

Baca Juga :  Peduli Bencana, Perusahaan Otomotif ini Beri Bantuan

Dirinya pun panik dan langsung berusaha menyelamatkan anaknya dari kobaran api yang semakin membesar. “Saya langsung selamatkan anak saya dan berlari keluar. Bahkan rambut saya ikut terbakar,” tuturnya sambil meneteskan air mata.

Kakak perempuan Ridho, Suci yang masih berusia sekitar sepuluh tahun mengaku kejadiannya bermula saat adiknya itu main di dalam kamar. “Aku lagi di luar kamar, tiba-tiba dia (Ridho, red) memanggil dari dalam kamar,” jelasnya.

Di dalam kamar, Ridho main korek api dan melahap kasur tempat tidur. Sontak saja dirinya ketakutan dan langsung memanggil ibunya yang sedang masak di dapur. “Dio main dewekan pakai korek api. Apinya membesar dan dia teriak-teriak,” tutur Suci berderai air mata. Sementara Ridho sendiri tampak masih sangat shock dan terus berada di gendongan ibunya. Dia belum berani menatap siapapun karena takut.

Warga lainnya, Samsiah mengaku panik saat api sudah membesar. “Api datang dari rumah Ita Daeng, sekitar pukul 15.30 WIB saat kami sedang sibuk memasak,” tuturnya. Dirinya pun menyebut beberapa rumah yang ikut terbakar seperti rumah Ita, Neli, Buntak, Tik atau Ros dan Nurah. “Ada lima rumah yang terbakar,” ujarnya. (uni/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!