Angkot Ber-AC di Kota Bekasi ‘Hilang’?

BEKASI – Pelanggan angkutan kota berpendingin ruangan (AC) di Kota Bekasi mempertanyakan keberadaan armada tersebut. Pasalnya, sudah hampir tiga pekan, angkot bernomor K-02 jurusan Pondokgede-Terminal Induk Bekasi ini telah ‘menghilang’ dari trayeknya.

Seperti yang diungkapkan Nita (41) salah satu penumpang angkot AC.

Dia yang biasa naik angkot dari Pekayon menuju tempat kerjanya di Pasar Pondokgede ini sempat terheran, angkot AC yang ditunggu tidak pernah datang.

“Biasanya jam 7 pagi sudah ada, tapi saya tunggu sampai 15 menit tidak ada juga. Yah sudah saya naik angkot yang biasa saja,” kata Nita, Kamis (24/5).

Nita mengatakan, keberadaan angkot AC sangat memberikan kenyamanan bagi penumpang, terutama kaum perempuan.

Pasalnya, sopir dan penumpang tidak bisa lagi merokok di dalam kendaraan. Selain itu, hawa dingin di dalam mobil juga cukup kerasan dibanding dari luar.

“Soal tarif juga tidak terlalu mahal, hanya berbeda Rp1000 sampai Rp2000 dengan angkot lain yang memiliki jurusan sama,” ujarnya.

“Saya sih berharap agar angkot AC kembali diadakan, karena sangat nyaman naik angkot itu,” tutur Nita.

Sementara itu, Pujiastuti (35) menambahkan, tarif yang dipatok pemilik angkot AC sangat terjangkau dibanding naik ojek online.

Untuk jarak dekat, tarifnya hanya Rp3000 per orang, sedangkan jarak jauh Rp6000.

Dia mengaku terbantu dengan keberadaan angkot ini karena ongkos murah dan perjalanannya menjadi nyaman.

“Rumah saya di Jatiasih dan lokasi kerja di Ruko Sentra Niaga, Bekasi Selatan. Kalau naik ojek online bisa kena Rp 15 ribu, tapi kalau naik angkot AC hanya Rp 5.000,” katanya.

Puji berharap, agar pemerintah kembali menambah jumlah armada ini. Sebab yang dibutuhkan masyarakat adalah transportasi yang murah namun nyaman dan aman.

“Bagi kami yang kaum perempuan, kenyamanan dan keamanan tentunya nomor satu. Kalau pun lebih mahal dibanding yang biasa (konvensional), yah tidak apa-apa,” tandasnya.(kub/pojokbekasi)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!