Antisipasi Penalti

Esteban Vizcarra. Foto:Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Serang, serang, dan serang. Tidak ada kata lain, Sriwijaya FC pantang main bertahan hadapi Bali United pada laga kedua semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Bali, besok (14/2).

Mengingat jika skuat Jakabaring berhasil mencuri gol lebih dahulu dengan hasil seri atau bahkan bisa mengalahkan Bali, maka bisa dipastikan lolos ke putaran final. “Kita tetap akan bermain lepas,” kata Rahmad Darmawan, pelatih kepala Sriwijaya FC.

RD, sapaan akrabnya, sudah siapkan rotasi pemain. “Kita rotasi pasti, namun seperti apa, akan dilihat lagi kebutuhannya nanti. Prinsipnya, kita mengantisipasi apa yang disiapkan oleh Bali di laga kandangnya. Tentu kita akan menyerang dengan tetap mempertimbangkan bertahan,” kata juru taktik asal Metro, Lampung ini.

Sebagai pelatih, eks arsitek Persipura dan Arema Malang ini kini dikenal dengan gaya kepelatihan yang mementingkan keseimbangan menyerang dan bertahan. Hal ini pun telah berulang kali disampaikannya kepada anak asuhnya sehingga bisa diterapkan di atas lapangan.

Suami Dinda Ety ini mengungkapkan, strategi yang imbang dalam menyerang dan bertahan menekankan pula pada organisasi permainan dan penguasaan bola. Hal itu terlihat di leg pertama, saat berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (14/2) malam. Dimana Bali United dibuat tak berkutik meski skor akhir tetap 0-0.

Baca Juga :  Solo, Kami Datang!

“Mereka bermain di kandang tentu punya motivasi yang sama seperti kita main di kandang. Tapi sekali lagi, ini sepakbola dan (hasil) harus ditentukan di atas lapangan dalam 90 menit,” jelasnya. Kendati demikian, RD, sapaan beken Rahmad Darmawan, juga telah menyiapkan anak asuhnya untuk adu penalti.

Hal ini akan terjadi jika kedua tim bermain imbang tanpa gol. “Kita antisipasi semuanya. Tentu mental yang selanjutnya bermain. Anak-anak punya motivasi untuk menangkan pertandingan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait skuat yang akan diturunkan, RD mengaku masih menyiapkannya secara maksimal. Kunci permainan di lini tengah, Syahrian Abimanyu berangsur pulih usai ditarik keluar di pertandingan kemarin.

Abi, pemain muda itu terkena benturan meski tidak sampai membuatnya cedera. Sehingga, jika pun ia masih belum siap dimainkan, dia masih punya Yu Hyun Koo yang lebih matang dan siap untuk membantu dalam menyerang dan bertahan.

“Kita masih banyak pilihan untuk rotasi pemain. Tentu kita akan turunkan secara maksimal mengenai pertandingan leg kedua nanti. Kita berharap bisa memberikan hasil yang terbaik,” kata mantan pelatih T-Team Malaysia itu.

Di sisi lain, Esteban Vizcarra tampil baik sebagai pengganti di pertandingan leg pertama. Pemain tersebut dipastikan akan tampil lebih baik lagi setelah proses naturalisasinya selesai. Informasinya, saat ini Vizcarra tengah berada di Malang untuk menyelesaikan proses tersebut.

Baca Juga :  Kurung Serdadu Tridatu

Menyusul Alberto Goncalves yang telah lebih dulu mendapatkan Katru Tanda Penduduk (KTP), sehingga apa yang diharapkan Sriwijaya FC dengan strategi di awal musim dengan menaturalisasi dua pemain asingnya bisa berjalan.

Praktis ke depan, tim Laskar Wong Kito tak bermasalah dengan kuota pemain asingnya. Menyisakan, Makan Konate, Mahamadou N’Diaye, Manuchehr Jalilov dan kuota Asia Yu Hyun Koo. (aja/ion/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!