Antre hingga Dua Jam, Ambil Uang di ATM

Ilustrasi

MURATARA – Terbatasnya ketersediaan anjungan tunai mandiri (ATM) membuat warga Kecamatan Rupit kesulitan bertransaksi perbankan. Tak jarang, puluhan warga antre hingga hitungan jam karena membeludaknya transaksi tunai. ‘’Di Muratara, hanya ada 2 ATM dari 2 bank,’’ ujar Halimah (44), warga Kecamatan Rupit.

Halimah mengaku pernah menunggu antrean hingga dua jam lebih untuk melakukan transaksi di ATM. ‘’Sebenarnya kejadian seperti ini tak harus terjadi jika ketersediaan ATM banyak,’’ ujarnya.

Dikatakan, terkadang warga berbenturan dengan transaksi pencairan gaji karyawan Pemda. Dalam bank, penuh dan yang antre ATM juga banyak. ‘’Kita berharap perbankan segera menambah jumlah ATM, khususnya di Muratara, sehingga dapat mempermudah warga dalam melakukan transaksi,’’ katanya, kemarin (8/8).

Saat ini, warga lebih meminati beragam transaksi melalui ATM karena dianggap mudah, ketimbang transaksi melalui customer. ‘’Bisa narik, transfer, beli token listrik, isi pusal, dan transaksi lain. Jadi, lebih simpel pakai ATM. Kalau melalui customer, cukup ribet, karena harus mengisi formulir transaksi,’’ ucapnya.

Kepala Cabang Bank SumselBabel Lubuklinggau-Mura-Muratara, Damsik membenarkan, saat ini peningkatan transaksi perbankan semakin hari semakin meningkat. ‘’Ke depan, kami sudah berencana menambah mesin ATM, khusus untuk melayani masyarakat di Muratara,’’ timpalnya.

Ada dua lokasi ATM baru, yakni Simpang Pasar Sarolangun, Rawas Ulu, dan di Pemda perkantoran Bupati. ‘’Untuk keamanan, tak terlalu memengaruhi penempatan mesin ATM, karena Bank SumselBabel menganggap semua daerah sama,’’ jelasnya. (cj13/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!