APG, ini Target Timnas

Panpel APG. foto: kumaidi sumeks.co.id

SOLO – Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games (APG) III/2018 terlecut dengan capaian Merah Putih di Asian Games XVIII/2019. Para atlet difabel itu pun ingin mencatatkan sejarah sepanjang pelaksanaan APG. Ketika menjadi tuan rumah tahun ini, Indonesia mengincar posisi enam besar atau setidaknya harus koleksi 17 emas dari 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan perebutkan total 568 emas.

“Kami bukan gak pede tapi juga gak mau sombong. Di SEA Games Myanmar kami persiapan 6 bulan dapatkan 3 emas. Di Malaysia kemudian juara umum. Di APG, lawan kami berat-berat. Dengan persiapan delapan bulan sejak Januari, kami yakin bisa menembus 6 besar dengan 16 atau 17 emas tapi saya yakin target ini akan meleset ke atas,” tegas Ketua National Paralympic Committee (NPC) Senny Marbun dalam Media Gathering APG di Solo, Selasa (4/9) malam.

Senny pun merinci cabang olahraga yang bisa produksi emas di APG III nanti. Mulai dari atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, powerlifting, dan sepeda. “Tapi saya pesan kepada atlet, jangan terbebani dengan target karena itu bisa membuat atlet kalah sebelum bertanding. Kami sadar, ini event besar karena juga untuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Nomor gak bisa diakali. Semoga prestasi gak terpuruk. Bisa posisi 6 atau 7 atau naik dua atau tiga peringkat sudah bagus dari APG sebelumnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Ini Harga Tiket Termurah Asian Games

Indonesia memang memiliki prestasi menanjak sejak APG di laksanakan pertama kali di Guangzhou Cina pada 2010 lalu. Saat itu, Indonesia berada di peringkat ke-14 dengan modal 1 emas, 5 perak, 5 perunggu. Empat tahun kemudian, Indonesia melesat ke peringkat sembilan dengan 9 emas, 11 perak, 18 perunggu. “Jangan menyerah, kalau bisa mati di lapangan gak apa-apa,” ucapnya.

“Di APG akan lebih seru dari Asian Games karena satu atlet bisa turun di banyak nomor, bisa sampai tiga nomor. Bayangkan jika menang semua, berapa bonus yang dikumpulkan oleh satu atlet,” terang atlet difabel atletik Setiyo Budihartanto.

Ketua Panpel Asian Para Games (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari menjelaskan, APG harus bisa menjaga euforia olahraga yang sudah tercipta di Asian Games 2018. Masyarakat sudah terhanyut dengan kehebohan Asian Games. Bahkan mereka tetap datang ke stadion meski tiket habis hanya untuk beramai-ramai menikmati Kompleks Gelora Bung Karno dan menyerbu suvenir. Untuk mengawali hajatan APG, INAPGOC akan mulai menebarkan pesona APG ke Solo. Di sini, obor APG diarak setelah api diambil di Merapen, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/9).

Setelah dibawa keliling Solo, api dibawa ke DKI Jakarta untuk dibawa ke kantor NPC. Obor kemudian diterbangkan ke Ternate pada 9 September untuk dikirab. Dipilihnya 9 September karena bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati di Ternate. “Kemudian di bawa keliling Indonesia, setelah Ternate pada 12 september ke Makasar, 16 September di Bali, Pontianak (19/9), Medan (23/9), Pangkal Pinang (26/9) dan Jakarta 30 September. Meski APG masih 30 hari, bagi saya APG mulai sejak pawai obor ini dimulai. Selama pelaksanaan, para difabel gratis masuk venue karena ini pesta olahraga mereka juga,” tegasnya.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!