Asing Harus Cepat Adaptasi

HARUS CEPAT: Makan Konate, pemain baru SFC tiba di Jakarta, kemarin (6/12). Foto: SFC for Sumeks

PALEMBANG – Tiba di Indonesia, kemarin (6/12), Makan Konate memilih beristirahat di Jakarta. Dia sembari menunggu Mahamadou Bamba Ndiaye sebelum bertolak ke Palembang, besok (8/12). Hal ini diungkapkan Sekretaris tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris dalam sesi latihan di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, kemarin (6/12) sore.

“Konate memilih istirahat dulu. Nanti akan bersama-sama Ndiaye ke Palembang,” katanya.

Kedatangan keduanya telah dinanti jajaran manajemen dan para fans. Manajemen berharap banyak kepada gelandang serang dan pemain berposisi sebagai central back itu untuk bergabung dengan skuat Laskar Wong Kito.

Tak ada treatment khusus, keduanya, kata Haris, dijadwalkan langsung berlatih. “Langsung injak rumput, kalau memang tidak ada halangan dan jetlag. Apakah langsung ikut menu atau tidak, belum tahu,” ujarnya.

Sebab, jajaran pelatih yang memang telah mempersiapkan menu latihan untuk para pemain asing ini, juga meminta dilakukan tes fisik dan kesehatan terlebih dulu untuk memastikan kondisi mereka sebelum kompetisi. Termasuk Manucherk Dzalilov yang juga menurut Haris akan tiba pada Minggu mendatang. “Tapi permintaan pelatih harus dilakukan tes dulu. Mereka juga harus cepat adaptasi dan cepat nyetel dengan tim,” tegas Haris.

Penyakit pencernaan jadi salah satu masalah yang potensial bakal dihadapi pemain asing Sriwijaya FC. Adaptasi soal makanan ini menjadi penting mengingat asal para pemain itu, sebut saja Makan Konate, Mahamadou Ndiaye dan Manucherk Dzalilov punya kultur yang berbeda dengan Sumsel.

Baca Juga :  Fix, Launching Skuat di PI

Bisa-bisa, kesehatan mereka terganggu jika hal ini tidak dikondisikan. Hal ini diungkapkan dokter tim Sriwjaya FC, Amin yang dibincangi kemarin. “Nanti akan dikomunikasikan dengan pengelola katering, menu yang biasa mereka makan. Agar memenuhi gizi dan tidak mengganggu kesehatan,” katanya.

Sebab, sebagai pemain asing, tentu hal ini akan menjadi masalah yang mengganggu performa. Tak bisa dipungkiri, status sebagai pemain asing maupun marque player menjadi yang paling diharapkan untuk mendongkrak performa tim. Amin menjelaskan hal tersebut telah menimpa Airlangga Sucipto yang tiba di Palembang sejak Selasa lalu.

Lantaran terlalu banyak konsumsi makanan bersambal, maka pencernaannya terganggu sehingga tak bisa bergabung dengan latihan bersama tim. Ia berlatih terpisah di bawah bimbingan dokter tim dan terapis di Stadion Madya Bumi Sriwijaya dalam sesi latihan hari ketiga kemarin.

“Prinsipnya sama seperti saat kita berlebaran. Jadi apa pun dimakan. Begitu pula saat pemain libur. Nah, ini yang jadi perhatian kita,” katanya.

Namun, mengenai Airlangga, Amin mengatakan jika saat ini telah berangsur baik dan diharapkan bisa gabung bersama tim pada latihan hari ini. Pemenuhan kebutuhan gizi harus seimbang dengan latihan fisik yang dijalani oleh pemain. Hal senada diungkap oleh Pakar Kebugaran dan Kepelatihan Dr Bayu Hardiyono Mpd. Ia mengatakan dalam masa transisi seperti libur jeda kompetisi yang kini dialami sebagian besar pemain, sejatinya memang harus diatur ulang dari awal. Baik dari pemenuhan gizi sampai latihan fisik yang diberikan.

Baca Juga :  Sriwijaya FC Akan Bermain Terbuka

“Hal itu menjadi penentu. Karena dalam fase seperti ini pemain tentu rentan. Sakit, hingga cedera bisa menghantui. Namun, treatment untuk mengatasi hal tersebut tentu telah disiapkan oleh tim pelatih yang tentu diharapkan bisa memenuhi target yang diharapkan,” tukasnya. (aja/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!