Asyiknya Menari

Disaat kesenian kita sudah mulai di jajah oleh budaya asing, siapa lagi yang akan melestarikan kesenian tradisonal kalo bukan generasi muda penerus seperti kita! Generasi Z pasti tahu serta sadar akan pentingnya menjaga kesenian tradisonal. Kesenian tradisional kita memang beraneka ragam dari sabang hingga merauke. Nih, kalau soal tarian, nggak cuma tari modern aja yang keren dan banyak diminati, namun tari tradisional juga bisa jadi kebanggaan buat kita unjuk bakat dan mengembangkan kemampuan nari. Gimana sih asyiknya dan menariknya menari? Daripada banyak basa-basi, kita langsung kenalan aja yuk sama Juara I, II, dan III Lomba Tari Tradisonal di ajang Z-Arts 2017! (iph/may)

Tampil memukau di acara Z-Arts 2017 beberapa waktu lalu, tentunya 3 besar tim tari tradisional dari SMA 1 Tanjung Raja, SMK Muhammadiyah 2, dan SMA 1 Sekayu melalui banyak banget pengorbanan mulai dari latihan ekstra, persiapan properti, sampai latihan kekompakan. Btw, mereka selalu nemuin cara supaya menari itu lebih asyik dan latihan dengan cara yang seru lho!
Sang jawaranya tari dari SMA 1 Tanjung Raja yang satu ini membawakan Tari Pinang Dabung. Apasih yang beda dari tim yang satu ini sehingga bisa menghantarkan mereka menjadi juara I di Z-Arts? Dalam konsep penampilannya, mereka sama sekali nggak menggunakan musik dari sound, melainkan dari alat-alat musik yang memang sudah mereka siapkan sendiri lho! Grup Tari SMA N 1 Tanjung Raja beranggapan kalau tarian Pinang Dabung itu merupakan cerita rakyat dari masyarakat sekitar Tanjung Raja. Tari Pinang Dabung ini juga menceritakan pergaulan budaya remaja di daerah Tanjung Raja. Katanya, setiap pemuda laki-laki yang ingin melamar pemuda perempuan wajib membawa pinang dabung. Asyiknya menari bagi SMA N 1 Tanjung Raja karena menari merupakan bercerita tentang gerakan yang di bawakan. “Menari tradisonal itu lebih asyik karena kita adalah generasi penerus tari tradisonal ini, kita juga dapat menambah wawasan tentang keaneka ragaman filosofi cerita di balik tari-tari tradisional” kata Firly, Anggota Grup Tari SMA N 1 Tanjung Raja. More practice, more learn!
Kesenian tradisional di era seperti sekarang ini emang udah susah buat di lakuin ya Generasi Z. Kemajuan teknologi ngebuat kita jadi sibuk dengan hal yang berbau modern sampai kita lupa dengan warisan leluhur kita. Tapi, SMK Muhammadiyah 2 yang grup tarinya udah terkenal banget di Palembang ini selalu berusaha melestarikan warisan leluhur kita. Melalui tari Bebasuh, SMK Muhammadiyah 2 menguji kekompakan mereka dalam menari. Tarian yang satu ini menceritakan tentang gadis desa yang melakukan aktivitas sehari-hari seperti memanen. Mereka membawa properti berupa bakul di tambah dengan suara lagu yang mencerminkan kehidupan masyarkat desa yang rukun. Wah kece banget kan pastinya! “Tari tradisonal ini merupakan warisan terdahulu, sudah pasti sebagai generasi muda kita harus melestarikannya sebagai aset dimasa depan.” kata Hellen, Anggota Grup Tari SMK Muhammadiyah 2 Palembang. Grup Tari SMK Muhammadiyah 2 selalu berusaha menampilkan tarian terbaik mereka sehingga mereka sering menang di berbagai lomba tingkat kota dan provinsi lho! Seiring dengan perjalanan penampilan yang di lakukan SMK Muhammadiyah 2 Palembang, lama-lama hal tersebut mendatangkan keasyikan tersendiri dan membuat mereka semakin semangat untuk berlatih lebih giat dan mendapatkan juara yang lebih memuaskan.
Menari menjadi suatu keasyikan tersendiri bagi SMA 1 Tanjung Raja, Juara 3 Tari Tradisional Z-Arts bisa mengembangkan potensi serta berkreasi. Melalui tari, Grup tari SMA N 1 Sekayu meng-upgrade bakat menarinya dan menyelami nilai luhur dari tarian tradisional khususnya di daerah Sumatera Selatan. “Tari tradisional ini sangat perlu untuk di lestarikan, soalnya nggak semua penari bisa menari tradisi dengan baik dan benar.” kata Juvri, Anggota Grup Tari SMA N 1 Sekayu. Asyik ya bisa mengembangkan bakat sekaligus melestarikan kesenian bangsa!
Tari Kopek Perantau yang di bawakan SMA N 1 Sekayu menceritakan tentang seorang gadis yang merantau ke seberang. Di dalam tarian ini juga terdapat dua penari putera. Fyi, ternyata tarian ini juga di tujukan untuk para perantau yang harus bertahan hidup jauh dari keluarga. Cocok nih kisahnya sama kamu yang hidupnya nge-kost dan jauh dari keberadaan orang tua! Grup tari SMA N 1 Sekayu sedikit mengkreasikan tarian ini dengan properti lentera.
Di Era Globalisasi gaya hidup menjadi penentu buat kemajuan anak muda zaman sekarang , sedikit demi sedikit budaya yang sudah dilestarikan sejak dulu mulai luntur. Tapi, tenang generasi Z nggak semua anak muda seperti itu. Contohnya ketiga pemenang tari tradisional di Z-Arts 2017 yang tampil kece-kece. Wahhh, ternyata Indonesia punya banyak anak muda yang kreatif dan masih mempertahankan budaya daerah mereka masing-masing termasuk tarian. “Tentunya seneng banget sama anak muda sekarang yang masih turut mempertahankan budaya tarian khas daerah masing-masing seperti yang kita ketahui di era millenial sekarang anak muda khususnya lebih bangga dengan bakat dance hiphopnya dibanding dengan memajukan tarian khas daerahnya sendiri, pokoknya bangga banget deh karena tanpa kita sadari ini sudah memasuki ajang perkenalan budaya tarian yang keren dan asyik di kalangan anak muda ,salut.” tegas Surtia Ningsih, cewek yang sudah banyak banget prestasi membawa nama Indonesia ke luar negerin sekaligus owner Sriajayanasa Dance School, Keren!

Baca Juga :  Desa Wisata Mangir Tampilkan Potensi Seni Budaya dan Ritual saat Merti Desa

Menari itu asyik kan, Generasi Z! Selain bisa belajar budaya, kita juga bisa mendalami nilai cerita di dalamnya. Seni modern memang keren dan menarik buat di pelajari, tetapi sebegai generasi muda penerus bangsa, kita juga harus mengimbangi untuk mempelajari kesenian tradisional yang lebih bernilai! Setuju? Lanjutkan! (iph/may)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!