Athlete Village Jadi Perhatian

TINJAU: Anggota Komisi X DPR-RI saat meninjau sarana dan prasarana JSC,kemarin (13/7) Foto: Budiman/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Rusunami atlet atau Athlete Village di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) menjadi perhatian anggota Komisi X DPR-RI. Hal itu muncul saat kunjungan spesifik persiapan Asian Games, kemarin (12/7). Pasalnya, fasilitas yang dimiliki masih belum lengkap. Terutama ketersediaan alat pendingin ruangan. Selain itu, ukuran kamar di rusunami dirasa sangat sempit. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan atlet yang bakal tinggal selama perhelatan.
Anggota Komisi X DPR-RI, Yayuk Basuki, mengatakan, Wisma Atlet SEA Games yang berada di kawasan yang sama kondisinya lebih baik dibandingkan kondisi Athlete Village. Ruangan yang dimiliki Wisma Atlet lebih besar. Sehingga atlet bisa melakukan berbagai kegiatan. Mulai dari berselancar menggunakan laptop ataupun berlatih ringan di dalam kamar.
“Sementara untuk Athlete Village ruangannya cukup sempit. Atlet hanya bisa memanfaatkan kamar untuk tidur,” ujar Yayuk saat dibincangi, sore kemarin di Griya Agung.
Legenda tenis Indonesia ini mengungkapkan atlet membutuhkan kenyamanan selama berlaga di suatu kompetisi. Jika kamar yang ditempati kurang nyaman, akan mengganggu konsentrasi atlet. “Bisa stres kalau cuman untuk tidur saja. Jadi aktivitasnya hanya tanding tidur, tanding tidur. Seperti itu saja. Seharusnya di dalam kamar diberikan space ruangan yang bisa dimanfaatkan atlet untuk melakulan aktivitas lain. Supaya tidak stres,” katanya.
Untuk itu, Yayuk telah mengusulkan kepada Pemprov Sumsel agar membangun area gaming yang luas di masing-masing tower. Sehingga, atlet bisa menghabiskan waktu di ruangan tersebut untuk bermain game, membaca buku, ataupun berinteraksi dengan atlet lainnya. “Saya minta juga AC setidaknya bisa menyala di seluruh ruangan. Jangan sampai kenyamanan atlet terganggu,” terangnya.
Yayuk menjelaskan, sejak awal persiapan di Provinsi Sumsel menjadi perhatian pihaknya. Sebab, berbagai fasilitas di Jakarta sebelumnya sudah dibangun lengkap. Sehingga hanya membutuhkan renovasi. “Wisma atlet yang ada di Kemayoran jauh lebih baik. Saya harap ini bisa jadi perhatian. Ada waktu 30 hari lebih untuk melakukan perbaikan,” tukasnya.
Pimpinan Komisi X Sutan Adil Hendra menambahkan, meski masih ada perbaikan di beberapa venue dan lokasi, persiapan Asian Games 2018 di Sumsel sudah cukup baik. Dalam waktu kurang dari setahun, Pemprov Sumsel telah melakukan pembangunan venue dan perbaikan sarana prasarana secara cepat. “Koordinasi yang baik antara Kepala Daerah dengan pemerintah pusat jadi kuncinya. Saya optimis seluruh sarana dan prasarana bisa dirampungkan saat tanggal pelaksanaan,” bebernya.
Sejak awal, Asian Games XVIII telah jadi perhatian jajarannya. Komisi X bahkan membentuk panitia kerja (Panja) yang dinamakan Panja Persiapan Asian Games. Ada 4 patokan kesuksesan pelaksanaan Asian Games. Pertama, sukses penyelenggaraan. Dimana melihat kesiapan infrastruktur dan elemen masyarakat. Apakah sudah demam Asian Games atau biasa saja. Selanjutnya, sukses prestasi. Momentum sebagai tuan rumah harus bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mencetak atlet yang berprestasi.
“Uang sudah banyak dikeluarkan. Infrastruktur, waktu dan tenaga sudah banyak dihabiskan. Sangat sayang kalau tidak bisa mendongkrak prestasi atlet. Targetnya kontingen Indonesia bisa masuk 7 besar,” katanya.
Selanjuthya, sukses administrasi. Menurut Sutan, langkah ini sangat penting. Jangan sampai setelah pelaksanaan Asian Games nantinya menimbulkan sejumlah masalah yang bisa menjerat sejumlah pihak ke ranah hukum. “Kami mengingatkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran,” ucapnya.
Terakhir, sukses meningkatkan perekonomian masyarakat. Momen Asian Games diharapkan bisa membuat perekonomian masyarakat menjadi lebih maju ke depan. Terutama untuk Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM). “Produk kerajinan tangan mereka bisa terjual selama perhelatan,” ucapnya lagi.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus dievaluasi. Namun, secara konstruksi seluruh venue sudah siap. “Pekerjaan konstruksi atau bangunan utama sudah sangat siap. Waktu yang tersisa ini sudah cukup untuk menutupi sejumlah kekurangan yang ada. Tim terus bekerja siang dan malam untuk mewujudkan itu,” pungkasnya. (kos/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!