Awal Puasa, Nilai Gadai Meningkat

Peserta Jalan Sehat HUT Ke-116 Pegadaian, dilepas oleh Wagub Sumsel H Ishak Mekki, Minggu pagi (16/4). Start dan finis dari Kanwil Pegadaian Jl Merdeka, Palembang. Foto: Alfery/Sumeks

PALEMBANG – Awal Ramadan nanti diperkirakan nilai barang gadai dari masyarakat di kantor Pegadaian bakal meningkat. Tren gadai diprediksi meningkat mencapai 20 persen dibanding hari biasa.

“Biasanya tren meningkat sampai 20 persen,” kata Deputi Operasional Kantor Pegadaian Palembang Widi Hartanta SE saat ditemui disela kegiatan jalan sehat memperingati HUT Pengadaian ke-116, kemarin (16/4).

Menurut Widi, untuk pihaknya telah siap dengan modal kerja.Termasuk masyarakat yang membutuhkan dana, pasti akan disiapkan. Terlebih pada saat hari ke-20 puasa, atau menjelang masuk lebaran, gadai biasanya naik signifikan. “Biasanya yang banyak digadaikan masyarakat itu berupa emas, mencapai 90 persen,” imbuhnya. Selain juga ada yang berupa kendaraan seperti mobil dan sepeda motor.

Bagaimana tingkat tebusan? Untuk pengembalian nilai tebusan, disebut Widi, angka macetnya kecil, tak sampai 2,5 persen, termasuk modal mikro. “Yang namanya tebusan macet sangat kecil, hampir tidak ada,” tandasnya. Karena biasanya mereka yang menggadaikan barang sebelum lebaran, setelah mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) barang akan ditebus kembali.

Untuk barang gadai yang tidak ditebus, sebutnya, ada masa periode. Yakni selama 4 bulan, serta ada diberi kesempatan waktu 4 hari untuk menebus. Setelah diberikan peringatan tak juga ditebus, maka satu bulan setelahnya barang akan dilakukan eksekusi lelang.

Untuk di Pengadaian saat ini, sebut Widi, produk yang saat ini banyak diminati dan menjadi tren yakni tabungan emas. Karena tabungan emas ini sudah mendapat lisensi dari otoritas jasa keuangan (OJK). Apalagi emas yang ada di Pegadaian berasal dari produk ANTAM. “Tapi secara umum produk yang dominan masih gadai,” katanya.

Lebih jauh dikatakan Widi, gathering berupa jalan sehat menjadi wahana silaturahmi bagi pegawai di lingkungan Pegadaian Wilayah Palembang. Kantor Pegadaian wilayah Palembang, kata dia, membawahi lima provinsi, yakni, Jambi, Bengkulu, Babel, Lampung, dan Sumsel. Bagi daerah terbaik dalam penjualan produk Pegadaian, maka akan dberikan reward.

Sementara itu, jalan sehat yang dilepas Wagub Sumsel Ishak Mekki mengambil rute mulai dari kantor wilayah Pegadaian Jl Merdeka, berbelok ke Jl Temon, masuk Jl Depaten Baru, Jl Sultan Mahmud Badarudin (BKB), masuk Jl AK Gani, dan kembali ke Jl Merdeka kantor wilayah Pengadaian.

Wagub Ishak Mekki menyampaikan harapan Pegadaian tetap eksis melayani masyarakat. “Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menggunakan jasa produk Pegadaian,” katanya.(bis)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!