Ayo! Belajar Atur Emosi

Ilustrasi.

Punya temen suka bercanda melebihi batas atau ada akun yang ngeledekin sosok idolamu di sosmed ? Bagaimana reaksimu kesal, tenang, rileks, atau marah? Yap, pastinya membuat emosi. Nah, ternyata Emotional Intelligence saat itu lagi bekerja untuk merangsang emosi tersebut. Kali ini Zetizen akan mengupas lebih dalam tentang emotional Intelligence itu sendiri. Simak yuk ! (atf)

Sebagian orang Intelligence Quotient (IQ) adalah untuk meraih suatu kesuksesan, nyatanya Emotional Intelligence juga penting dalam mencapai kesuksesan itu, lho. Emotional Intelligence yang merupakan suatu kemampuan mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana mengekspresikan diri secara etis.

Tapi emotional intelligence bukan merupakan lawan kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ lho, namun keduanya berinteraksi secara dinamis. Kecerdasan emosional memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan di lingkungan sekitar seperti di sekolah, di kampus ataupun di tempat kerja.

Untuk mengelola Emotional Intelligence diri sendiri, dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran sendiri (self awareness), mengelola emosi, menumbuhkan rasa empati terhadap sesama dan kasih sayang, menjaga hubungan baik dengan orang lain dan juga dapat memotivasi diri sendiri.

Oh ya, pentingnya kita mengelola emosi, tentunya supaya kita bisa tahu bagaimana sih cara menahan emosi, marah dan kesal itu. Apalagi Zaman sekarang banyak remaja yang nggak bisa mengontrol emosinya yang menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti, bullying hingga tawuran. “Zaman sekarang kalau teman ada kekurangan sedikit saja langsung dibully dan siswa tersebut tak tanggung-tanggungnya mengucilkan orang yang dibully nya. Karena tiap kali melihat seorang yang ingin dia bully siswa tersebut tidak dapat mengontrol Emotional Intelligence-nya.” Ungkap Rezi Alzul Fakar Egi, Motivator Muda Palembang.

Baca Juga :  Nggak Sabar Untuk Berkompetisi

Woah, tentunya tindakan bullying itu sangat merugikan korbannya. Nggak cuma bullying, dampak buruk dari kurangnya pengendalian emosi juga dapat mempengaruhi interaksi kita terhadap masyarakat sekitar.

“Emotional Intelligence juga perlu dimasukan di kurikulum, disandingkan dengan pendidikan karakter di Sekolah. Karena bukan hanya kecerdasan Intelektual yang dibutuhkan dalam kesuksesan tapi juga Emosional juga. Kedekatan dengan orang lain dan juga pengaruh dengan orang lain diperlukan dalam membentuk pribadi masing-masing.” tambah Rezi, yang juga merupakan penulis buku Aku Tahu Diriku.

Nah, udah jelas kan bahwa bukan kecerdasan intelektual doang yang dibutuhkan dalam kesuksesan saja tapi juga emosional. Banyak bukti yang memperlihatkan bahwa orang yang secara emosional cukup menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, serta mampu membaca perasaan orang lain dengan efektif bahkan, memiliki kesuksesan dalam setiap bidang kehidupan. (*)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!