Ayo, Sebarkan Virus Positif Para Pemuda!

Penutupan Kirab Pemuda di yang dihadiri Puan Maharani, Menpora Imam Nahrawi di Blitar, kamis (7/12). Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

BLITAR – Kirab Pemuda 2017 yang dimulai 26 September lalu sudah mencapai klimaks Kamis (7/12). Puncak acara keliling Indonesia oleh 72 pemuda dari 34 provinsi berakhir di Blitar. Bertempat di Lapangan Kanigoro, Kantor Bupati Blitar, Jawa Timur, program andalan Kemenpora yang bertujuan mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia kepada pemuda perwakilan seluruh Indonesia itu berlangsung meriah.

Pelataran Kantor Bupati Blitar seluas lapangan bola dipenuhi pemuda kecuali yang tengah. Ada yang duduk di bawah tenda, di depan mereka tidak sedikit pula yang duduk lesehan beralaskan karpet. Mereka para pelajar dan para pemuda karang taruna di Kabupaten Blitar itu ingin ambil bagian memeriahkan penutupan Kirab Pemuda 2017. Menko PMK Pham Maharani mendapatkan penghormatan untuk menutup program andalan Kemenpora ini.

“Puncak Kirab Pemuda di Blitar, bukan semata-mata karena Blitar bagian dari Indonesia, lebih dari itu di sinilah disemayamkan Sang Proklamator. Disinilah titik awal semangat kemerdekaan, di sini pula dimakamkan orang yang dedikasikan jiwa raganya untuk Indonesia, yaitu Bung Karno,” jelas Menpora Imam Nahrawi dalam sambutannya.

Lanjutnya, Bung Karno juga sangat peduli olahraga. Dialah yang menginisiasi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada 1962. Dengan semangat Asian Games 1962 itu pula Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 dengan Jakarta-Palembang sebagai tuan rumah.

Baca Juga :  34 Utusan Kirab Pemuda 2017 Singgah di Bumi Caram Seguguk

“Semangat menjaga NKRI harus digelorakan di dalam dada para pemuda. Mereka berangkat keliling Indonesia dengan wajah klimis dan rambut klimis. Setelah keliling Indonesia mereka berubah. Wajahnya gak karu-karuan. Tapi senyum dan kekuatan untuk merangkai Indonesia itu adalah kebulatan untuk hadir dan ada. Virus positif harus terus sebarkan ke pemuda Indonesia,” tegas menteri asal Bangkalan ini.

Menpora pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang tua dari 72 pemuda yang ikut Kirab Pemuda. “Kepada ayah dan ibu dari 72 pemuda, terima kasih telah relakan
mereka ikut Kirab Pemuda dan berjalan keliling Indonesia selama 72 hari meninggalkan kesenangan mereka untuk merangkai kokoh tegaknya NKRI,” tegasnya.

Dikatakan GubernurJawa Timur Soekarwo, dipilihnya Blitar sebagai tempat penutupan merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami. Kegiatan ini tentu akan menjadi inspirasi pemuda Jawa Timur. Dengan begitu, diharapkan pemuda Indonesia bisa cinta produk dalam negeri kemudian menjaga pancasila, nasionalisme, nkri, dan UUD 45. Mengingat para peserta Kirab Pemuda sebelum sampai Blitar keliling Indonesia di 34
provinsi dan 100 kota/kabupaten sejak 26 September.

“Di sini juga hadir cucu Bung Karno, Bu Puan Maharani. Blitar juga daerah pengekspor ikan koi dengan nilai Rp879 miliar per tahun ke Jepang, Cina, Korea dan seluruh dunia. Budidayanya yang kerjakan anakmuda dari karang taruna. Satu hal lagi yang hebat dari Blitar, 40 persen telur di nusantara ini dari Blitar,” terangnya.

Baca Juga :  Kaget sebelum Nikah Diculik Dulu, Wayang Kulit Bikin Istimewa

Acara puncak Kirab Pemuda menjadi lebih meriah setelah di penghujung acara disuguhkan tarian kolosal menggambarkan keragaman budaya Indonesia. Suasana menjadi semakin pecah setelah di miniatur pura masuk ke tengah lapangan dengan diatasnya berdiri sosok penyanyi Cakra Khan. Lantunan lagu Cakra membius para peserta upacara hingga semua pemuda merangsek ke tengah lapangan dan tak ketinggalan Menpora Imam Nahrawi, Menko PMK Puan Maharani, Mentri KLH Siti Nurbaya dan Bupati Blitar Rijanto serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo terseret turun dari singgasana di atas panggung kemudian turun ke lapangan hanyut menikmati lantunan lagu Cakra Khan. Bahkan, para peserta kirab pemuda juga tersentuh dengan berangkulan dan saling tangisan karena sebentar lagi mereka berpisah kembali ke daerah masing-masing.

“Saya sendiri gak tahu apa itu Kirab Pemuda. Apa saja acaranya juga gak tahu. Saya hanya diminta oleh sekolah ke Kantor Bupati ada acara. Kami beserta 300 siswa lainnya pun ke Kantor Bupati. Gak tahunya di sini ada Cakra Khan. Ya kita nikmati saja,” ungkap Rizki Vita, salah satu siswi SMKN 1 Ndoho, Blitar.(kmd)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!