Ayo… Uang Pengamanan Proyek Masih Ada Lo

Ilustrasi. foto: dok sumeks.co.id

MUARA ENIM – Sejumlah kontraktor di Muara Enim mempersoalkan tender proyek Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat yang menggunakan dana APBD sebanyak30 paket pekerjaan. Sebab, pelaksanaan tender tersebut diduga bertentangan dengan Permen PU nomor 31/PRT/2015 tentang standar dan pedoman pengadaan pekerjaan kontruksi dan jasa konsultasi.

“Tender proyek itu diduga sarat bermuatan kolusi dan nepotisme. Untuk itu ami mendesak aparat penyidik dari Polres maupun Kejaksaan Negeri Muara Enim agar mengusut proses tender proyek tersebut,” kata Wakil Direktur CV Putri Tunggal, Ahmad Solihin, Jumat (18/5)

Menurut Solihin, tender 30 paket pekerjaan fisik di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut diselenggarakan panitia lelang kelompok Kerja (Pokja) 5 dan 8. Namun dalam pelaksanaan tender tersebut diduga sarat permainan dan mengarah kepada KKN.

Indikasinya, lanjut Solihin, perusahaan peserta tender proyek tersebut terkesan telah ditentukan pemenangnya. Kemudian setiap perusahaan bisa memenangkan tender proyek tersebut sebanyak 2-3 paket pekerjaan. Sedangkan sesuai dengan ketentuan Permen PU nomor 31/PRT/2015 itu, setiap perusahaan hanya bisa memenangkan satu paket pekerjaan dengan klasifikasi yang sama.

“Yang terjadi saat ini, satu perusahaan bisa memenangkan 2-3 paket pekerjaan dengan klasifikasi yang sama,” tegas Solihin.

Sementara itu, Ketua Pokja 5, Kiki, selaku pelaksana tender proyek tersebut, ketika dikonfirmasi membantah keras apa yang dituduhkan tersebut. “Pelaksanaan tender proyek itu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, tidak ada KKN maupun diarahkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Annual Meeting IMF WBG 2017, Kemenpar Siapkan 60 Paket Wisata

Menurutnya, tender proyek tersebut dilaksanakan secara lelang bebas, sehingga siapa saja boleh untuk mengikutinya. “Lelang itu bebas, tidak ada diarahkan,” tegasnya.

Ketika ditanya terkait isu masalah uang pengamanan? Kiki juga mengaku tidak tahu. “Kalau masalah uang pengamanan kami tidak tahu,” jelas Kiki. (way)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!