Bahan Gigi sesuai Indikasi

PASANG: Gigi palsu cekat dalam mulut pasien, tidak dapat dilepas dan dipasang oleh pasien sendiri. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

GIGI yang tidak lengkap alias ompong memengaruhi proses mengunyah makanan. Selain itu, juga mengurangi estetika wajah. Permasalahan ini bisa diatasi dengan penggunaan gigi palsu.
Seperti halnya Asteri (30), dia menggunakan gigi palsu sejak duduk di bangku SMP. Ada enam buah gigi palsu. Ia mengaku memakai gigi palsu lantaran malu dengan penampilan, terutama wajah. “Sering di-bully, nenek ompong, nenek ompong,” kenangnya. Karena itu, dirinya memutuskan menggunakan gigi palsu yang lepasan.
Ternyata, tidak mudah menggunakan gigi palsu. Lebih dari tujuh kali dirinya mengganti gigi palsu. “Dulu pernah hilang karena berenang, kemudian patah, terus plaknya rusak,” tuturnya. Memakai gigi palsu, lanjut dia, kebersihannya harus dijaga. Jika tidak, akan memengaruhi bau mulut.
Dikatakan drg Else G Ifan SpOrto dari Else Dental Clinic (EDC), gigi palsu merupakan gigi yang dibuat dengan bahan tertentu untuk menggantikan gigi-geligi asli yang hilang. Gigi palsu terdiri dari gigi palsu lepasan dan gigi palsu cekat. Gigi palsu lepasan adalah gigi palsu yang dapat dilepas dan pasang oleh pasien. “Gigi palsu lepasan ini harus dilepaskan saat pasien menggosok gigi dan saat tidur,” ujarnya.
Bahan-bahan gigi palsu lepasan beragam macam. Ada yang akrilik, valplast, kombinasi logam-akrilik atau valplast, acryplast, dan lainnya. Yang membedakannya, sifat bahan dan kekuatan bahan yang harus sesuai indikasi kasus.
Sambung dia, gigi palsu cekat, sesuai namanya, gigi ini terus nempel di dalam mulut pasien dan tidak dapat dilepas dan dipasang oleh pasien sendiri. Bahan-bahan gigi palsu cekat juga macam-macam. Ada akrilik, porcelain, metal, dan porcelain-metal. “Pemilihan jenis bahan gigi palsu cekat ini juga tergantung indikasi kasus pasien,” ungkapnya.
Sedangkan implan gigi, termasuk dari jenis gigi palsu cekat. Implan ditanam di dalam tulang tempat gigi yang sudah hilang selama 2-3 bulan. Gunanya agar terjadi penulangan di sekitar implan yang dipasang (osteointegration). Setelah 3 bulan, dapat dilakukan pemasangan mahkota gigi. Pasien harus memiliki bone quality, jaringan sekitar yang baik, dan hubungan antargigi, rahang, dan gigi-rahang yang normal.
Ketidaknormalan tersebut seperti osteoporosis, osteomyelitis, infeksi, kista, tumor, resorbsi agresif, malrelasi rahang, dan gigi. “Implan tidak diindikasikan untuk pasien perokok berat dan diabetes melitus yang tidak terkontrol,” pungkasnya. (qiw/via/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!