Bakar Lahan, Petani Ditangkap

Amrul Sangkut saat diamankan petugas. Foto: sardinan/Sumeks

INDRALAYA – Aparat Mapolres Ogan Ilir (OI) berhasil membekuk pelaku pembakaran lahan. Yakni tersangka Amrul Sangkut (54), warga Dusun I, Desa Sukananti, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Tersangka Amrul diamankan karena melakukan pembakaran lahan di kawasan Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, pada Senin (11/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Tersangka mengaku membakar lahan seluas 2 hektare. “Saya sudah tahu membakar lahan tidak boleh,” kata tersangka Amrul ketika menjalani pemeriksaan di Unit Pidsus Polres OI, kemarin (13/9).

Pengakuan tersangka, dirinya sengaja membakar lahan untuk ditanami pohon nanas menggunakan sebatang bambu sepanjang 1,5 meter. Caranya, menurut tersangka, membakar dulu lahan kering dengan gas korek api. Setelah terbakar, bapak dua anak ini membakar batang bambu yang kering. “Api yang ada di batang bambu yang kering inilah saya sulut satu per satu di titik-titik lokasi lahan yang akan dibakar,” jelasnya.

Lahan yang dibakar tersebut, ungkap tersangka Amrul bukan miliknya, tapi mirik orang lain. “Aku numpang lahan di tempat orang lain. Yang punyo lahan sudah setuju. Rencanonyo nak ditanami nanas, tapi keburu ditangkap,” tambahnya.
Amrul mengaku sudah tahu, membakar lahan dilarang dan bisa dipenjara. ”Makanya aku bakar sudah magrib agar tidak ketahuan. Tapi masih ketahuan juga,” sesalnya.

Kapolres OI AKBP M Arief Rifai, melalui Kanit Pidsus Ipda Erlan Sadi SH MM mengatakan, tersangka telah membakar lahan seluas 2 hektare. Tersangka ditangkap saat petugas melakukan patroli. “Tersangka akan dijerat Pasal 108 UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, kemarin (13/9) kembali terjadi kebakaran lahan sekitar pukul 13.30 WIB. Belum diketahui secara pasti luas lahan yang terbakar. Petugas tim gabungan dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) OI, Tagana, Manggala Agni, tidak bisa berbuat banyak. Karena titik lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui darat.

Sehingga butuh pemadaman melalui udara atau water bombing.
Lambatnya pemadaman membuat api terus merayap dan menghanguskan 3 unit pondok milik warga. Bahkan si jago merah mendekati rela kereta api (KA) di Stasiun Simpang, Desa Sungai Rambutan.

Asap yang membubung tinggi ke udara dan mendekati jalur rel membuat PT KAI (Persero) mengambil langkah antisipasi. Petugas Stasiun Simpang KA Desa Sungai Rambutan turun ke lokasi dan minta agar perjalanan KA dari Stasiun Kertapati dan dari arah Indralaya ditunda sementara sampai api benar-benar padam. “Terpaksa kami tunda dulu perjalanan KA dari arah Stasiun Kertapati,” kata Dera, kepala Stasiun Simpang Desa Rambutan, melalui Yunus, petugas stasiun setempat.

Menurut Yunus, bila KA dipaksakan melintas, akan membahayakan KA. “Kalau kami lihat, jarak dari badan rel dengan lahan yang terbakar cukup dekat. Ini jelas sangat membahayakan bagi perjalanan kereta yang melintas, khususnya KA pengangkut BBM,” ujarnya. Berdasarkan jadwal, seharusnya KA yang melintas dari arah Indralaya antara lain Kereta Babaranjang, kereta penumpang, dan kereta angkutan minyak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OI Syakroni mengatakan, sebenarnya sebelum pukul 11.00 WIB, tidak ada kejadian karhutla di wilayah Kabupaten OI. Namun, menjelang siang, ternyata karhutla terjadi di Desa Sungai Rambutan. “Kami sudah minta kepada BPBD Sumsel agar mengirimkan heli untuk melakukan pengeboman air melalui udara,” katanya. (sid/CE4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!