Bangun Masjid Raya Sriwijaya Masih Butuh Bantuan Dana

Sejumlah alat berat, teronggok di atas timbunan lahan areal pembangunan Masjid Sriwijaya di Jakabaring. FOTO: Budiman/Sumeks

PALEMBANG – Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang ditarget selesai sebelum Asian Games 2018, jadi tanda tanya. Panitia pembangunan masjid yang berlokasi di Jakabaring itu, mengungkapkan pengerjaan fisiknya masih sangat minim. Dari total dana Rp1,4 triliun yang dibutuhkan, baru tersedia Rp130 miliar.

“Itu hanya target, namun untuk realisasinya ‘kan wallahualam. Kita manusia, hanya bisa merencanakan, tuhan yang menentukan. Jadi jangan berandai-andai,” ujar Marwa Diah, Panitia Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, usai rapat penjelasan kemajuan fisik pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di ruang rapat setda provinsi kemarin (29/5).

Dijelaskannya, pembangunan masjid ini menggunakan sistem multiyears senilai Rp1,4 triliun. Artinya setiap tahun di anggarkan. Dana ini diperuntukan untuk Rp668 miliar untuk bangunan masjid. Selebihnya untuk gedung serbaguna, taman, sekolah, islamic center, bisnis center dan lainnya.

Sejauh ini, masih kata dia, anggaran untuk pembangunan masjid total sudah menelan biaya Rp130 miliar. Yakni pada 2016 sebesar Rp50 miliar, dan Rp80 miliar tahun ini. “Untuk tahun ini pula, akan diajukan pada APBD-P. Dana itu berupa hibah yang dibuat dalam bentuk perda,” ucapnya.

Selain dana, masalah lain yang menjadi kendala adalah ada beberapa hal yang harus direvisi. Baik teknis, kontrak dan lainnya. Ini dilakukan agar pembangunan Masjid Raya Sriwijaya ini berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan tidak menyalahi. “Kalau, untuk desain tidak perubahan, hanya sebatas penyesuaian,” jelasnya.

Baca Juga :  Janji Maksimal

Diketahui, masjid tersebut memiliki luas area 20,08 hektare. Di bagian depan ada gerbang utama bertuliskan Masjid Raya Sriwijaya. Lalu ada juga Plaza Masjid dengan pola Geometri Islam dan khas Sumsel. Dalam bangunan itu ada 12 pilar artinya ada 12 imam setelah Rasulullah. Tinggi bangunan masjid setinggi 5 meter memiliki makna Rukun Islam.

Kemudian juga ada enam tenda atap melengkung yang artinya di dalam Islam ada Rukun Iman. Ada pula Minaret sepanjang 99 meter menjulang ke atas langit. Artinya ada 99 dalam Asmaul Husna. Bagian lain dalam masjid yang mengartikan Islam, seperti 9 ring lampu utama, 21 lampu kolom, 6 kolom di Plaza masjid, 32 lampu melingkar dalam mahrab, dan 6 mahrab.

Lanjut Marwa, terkait progres fisik, lebih jauh dikatakannya, dia mengklaim pembangunan masjid ini masih jalan. Hanya saja, progres pembangunan masjid ini baru pada struktur pondasi dasar (awal) berupa penimbunan. Namun untuk struktur atas belum, sebab masih terkendala pada dana.

Selain dari dalam negeri, kata dia, pembangunan masjid ini pun mendapatkan bantuan dari Arab Saudi, Iran, Kuwait. Namun untuk besaran dana dari negara donor tersebut belum tahu sebab pak gubernur lagi road show meminta bantuan dari negara donor tersebut.

Baca Juga :  Pertahanan Masih Mengkhawatirkan

Di bagian lain, soal klaim tanah warga, pihaknya tidak tahu. Sebaiknya tanyakan langsung ke pemprov Sumsel. Pasalnya, tanah ini menjadi kewenangan pemprov. Namun memang diakuinya, masih banyak warga yang klaim bahwa tanah tersebut miliknya namun tidak ada bukti.

Sebelumnya, pagi saat menghadiri paripurna di DPRD Sumsel, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di kawasan Jakabaring ditemukan sejumlah persoalan. Seperti sebelumnya, lahan di kawasan itu ditanami oleh warga dengan pohon pisang, ada juga masyarakat melakukan demo.

Tapi kata dia, itu bisa diselesaikan. Tapi kendala yang paling berat adalah masalah dana. “Setengah mati kito carikan dana itu. Nak keliling carikan dana belum ado waktu,” sebut Alex. Pembangunan tetap akan dilanjutkan dan akan dilakukan secara bertahap.

Tahap awal kata dia, seperti untuk pondasi sudah selesai. Kalau pembangunan itu dengan menggunakan dana bersumber APBD akan dirasakan besar, dan tidak akan sanggup. “Jadi harus mencarikan dana itu dari pihak ketiga, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri,” pungkasnya. (yun/bis/air)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!