Banjir Bandang, Belitung Timur Lumpuh

Banjir yang merendam Pasar Gantung Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Minggu (16/7). Foto: Babel Pos

Air Mata dari Negeri Laskar Pelangi

BELITUNG – Pulau Belitong berduka. Ribuan warga, terutama dari Belitung Timur (Beltim) terpaksa mengungsi akibat dihajar hujan lebat sejak Jumat (15/7) hingga Minggu (16/7) sore. Nyaris seluruh Kecamatan di Pulau Belitong dilanda banjir bandang.

Akses Kabupaten Belitung dan Belitung Timur (Beltim) atau sebaliknya lumpuh total. Terparah Beltim. Di sana, ribuan rumah di 7 kecamatan, yakni Manggar, Gantung, Kelapa Kampit, Simpang Renggiang, Dendang, Simpang Pesak, tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Sementara banjir di Kabupaten Belitung menggenangi Desa Air Rayak, Kelurahan Parit, Dukong, dan Kecamatan Tanjungpandan. Lalu Desa Badau, Ceruruk Kecamatan Badau, Desa Bantan, Kembiri Simpang Rusak, Kecamatan Membalong dan sekitarnya. Ratusan rumah terendam.

Pantauan Babel Pos (Sumeks Group), di Kecamatan Kelapa Kampit (Beltim), wilayah sekitar Jembatan Buding sampai Bukit Jaya banjir mencapai 0,5 – 1 meter. Demikian juga jembatan Kampung Gunung terputus. Lalu, Desa Mayang, Dusun Balai Selatan banjir setinggi 0,5 m. Ironisnya, jembatan dekat SPBU dan Jembatan dekat PLN hampir putus.

Untuk akses Jalan Raya Kelapa Kampit – Tanjung Pandan kurang lebih 2 km, tepatnya di Lokasi Air Panas berdekatan dengan Jembatan Buding, Desa Buding Kelapa Kampit, terendam air luapan Sungai Buding sedalam pinggang orang dewasa. Kemudian untuk akses jalan sendiri terhambat. Diperparah dengan kondisi jalan yang sedang dalam perbaikan serta aspal yang sudah terkelupas.

Sekitar pukul 02.34 WIB kemarin, 9 mobil terjebak banjir. Dua hanyut, namun tidak terdapat korban jiwa. Kemudian untuk di Dusun Balai Selatan Desa Mayang, Kecamatan Kepala Kampit, sebanyak 22 rumah warga terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Untuk di Jalan Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit, ada pohon tumbang. Menyebabkan tertutupnya akses jalan namun bukan termasuk jalan utama.

Sekitar pukul 00.58 WIB, anak dari Sekretaris Camat (Sekcam) Sri Mulyani, yakni Fikri Ahmad Haikal (18) di Dusun Balai Selatan, Desa Mayang, tersengat listrik saat hendak mencabut antena. Namun berhasil dievakuasi ke rumah sakit. “Anak saya sudah dirawat di rumah sakit,” kata Sri.
Demikian pula jalan lintas Tanjungpandan-Buding menuju Kampit dan Manggar tidak bisa dilalui kendaraan. Karena kedalaman air mencapai 3 meter akibat Sungai Buding meluap.

Sementara itu, di Kecamatan Damar, banjir parah dan belum bisa dilalui meliputi wilayah Desa Mempayak dan Desa Sukamandi. Sekitar pukul 02.51 WIB, Desa Sukamandi di ruas jalan Desa Sukamandi, tergenang air sepanjang 200 meter dan ketinggian debit air setinggi 1,5 m serta 9 rumah warga tergenang banjir. Sedangkan di Desa Mempayak terdapat 40 rumah warga tergenang banjir setinggi 45 cm, di Desa Mengkubang ada dua dusun tergenang banjir setinggi 60 cm akibat meluapnya kolong (bekas tambang timah) Penasin.

Sedangkan untuk wilayah Ibukota Kabupaten Beltim, yaitu Kecamatan Manggar, banjir rata-rata di bawah 0,5 meter. Wilayah yang terdampak adalah jembatan Desa Mekar Jaya, Kulong Minyak, Ngarawan yang berjarak 100 m dr RSUD, Ds. Kurnia Jaya, Bentaian, Desa Baru.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Agung, Kemenpar Siapkan 3 Skenario Penanganan Bencana

Jalur 2 dari Pasar Manggar menuju Gantung di depan SPBU Padang Air banjir setinggi 70 cm – 1 meter. Sebagian rumah warga terendam banjir. Jalan alternatif Desa Harapan Jaya Manggar menuju kolong Minyak Hotel Andini dilanda banjir setinggi pinggang orang dewasa dan tidak dapat dilalui kendaraan, Rumah warga yang terendam sebanyak 50 rumah, begitupun di dusun Teratai, Desa Lalang Jaya, ada 15 rumah terendam.

Untuk Kecamatan Gantung, jembatan Batu Penyok terputus. Debit Bendungan OPice 4.7 m dengan status Siaga. Selain itu, Pasar Gantung nyaris tenggelam, demikian pula Desa Selingsing. Untuk Kecamatan Simpang Pesak, banjir terdampak di wilayah Desa Simpang Pesak, dekat Pospol Polsek Dendang, juga di kawasan Desa Jangkang, dekat jembatan Sawit PT SMM dan seputaran Jembatan Desa Bentaian Dendang. Sementara Kecamatan Dendang juga akses jalan tertutup.

Terakhir di Kecamatan Dendang, di wilayah ini ada tiang listrik roboh, tepatnya di Dusun Air Bangka, Desa Balok. Namun sudah diperbaiki oleh pihak PLN. Jalan berlubang di perbatasan Dusun Pesak dan Dendang saat ini masih dipasang tanda peringatan bagi pengguna jalan.

Untuk wilayah ibukota kabupaten, banjir dimulai sekitar pukul 01.35 WIB karena Air Kampung Amau meluap yang menggenangi badan jalan setinggi lutut orang dewasa yang diakibatkan curah hujan lebat serta pasang air laut. Desa Kebun Jeruk, Tanjungpandan, air setinggi pinggang orang dewasa. Sebanyak 10 ruma hwarga terendam. Namun mobil puskesmas keliling sudah disiagakan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Desa Air Raya, tepatnya di belakang Kantor Desa Aik Raya air setinggi betis org dewasa. Akses jalan di Desa Bicung, banjir sudah melewati bagian jalan dan ada beberapa titik yang sudah longsor dikarenakan air kiriman dari Desa Sijuk dan hujan yang tinggi. Dikhawatirkan jalan jebol untuk desa yang ada seperti Desa Kebun Jeruk akan terancam.

Sementara itu, meski tidak separah di Pulau Belitong, untuk Pulau Bangka banjir juga terjadi di 2 kabupaten. Yaitu Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah. Untuk di Bangka Selatan, hujan mengguyuri Kota Toboali sejak Jumat malam lalu hingga Minggu (16/7/2017) kemarin membuat beberapa lokasi pemukiman penduduk di kecamatan Toboali dilanda banjir, terutama di jalan Rawabangun kelurahan Toboali Kota dengan ketinggian air mencapai 50 cm pada Sabtu lalu.

Sehingga tim penanggulangan bencana dan kebakaran menurunkan pompa apung untuk menyedot air yang masuk ke dalam rumah warga setempat. “Ketinggian air 50 centimeter. Titik lokasi banjir di dalam kota Toboali jalan Rawabangun, Air Lahat Sukadamai, jembatan cik amut jalan Imam Bonjol dan kampung Laut Batu Licin jalan Hos Cokrominoto,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Jimmy Elvino.

Baca Juga :  Belasan Hektar Hancur

Banjir juga melanda di kecamatan Tukak Sadai dan Leparpongok (Lepong) pada Sabtu lalu diantaranya Desa Tirem dan Pasir Putih Tukak Sadai serta Desa Penutuk Leparpongok. Menurut Camat Leparpongok, Dodi Kusuma menyampaikan banjir yang melanda di daerah setempat akibat saluran drainase kecil sehingga air meluap keatas permukaan dan masuk kerumah warga. “Cuma 1 rumah yang dimasuk air dengan ketinggian 25 centimeter,” jelas Dodi.

Senada juga diutarakan Camat Tukak Sadai, Mori Sanjaya menjelaskan, ada sekitar 50 rumah warga di Desa Tirem dan Pasir Putih kebanjiran karena meluapnya bantaran sungai dan saluran drainase. Selain itu, puluhan karung lada milik warga yang direndam di sungai hanyut terbawa air. “Tidak ada korban jiwa, cuma peralatan rumah saja yang rusak,” ujar Mori.

Terpisah, Wakil Bupati Bangka Selatan (Basel), Riza Herdavid, pihaknya melalui dinas terkait telah memetahkan beberapa titik lokasi Desa dan kecamatan yang rawan terjadinya banjir, termasuk di dalam kota Toboali. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah merencanakan untuk melakukan perbaikan saluran drainase di daerah yang dianggap rawan terjadinya banjir. “Nanti kita juga akan berkoordinasi dengan Provinsi Babel untuk perbaikan saluran drainase di daerah yang rawan banjir, karena hampir di semua kecamatan di Kabupaten Basel saluran drainase perlu diperbaiki dan itu membutuhkan anggaran yang cukup besar,” jelas Riza.

Sementara, Kepala Kantor PLN Cabang Toboali, Riki menyampaikan hujan yang mengguyuri wilayah Basel mengakibatkan tiang PLN di daerah Toboali dan Tukak Sadai roboh akibat tertimpa pohon. Sehingga jaringan listrik rusak dan padam secara otomatis. “Tiang PLN tertimpa pohon di Desa Rindik Toboali dan Sadai. Jaringan listrik otomatis padam bukan pemadaman, jaringan rusak akibat tertimpa pohon,” jelas Riki.

Di Kabupaten Bangka Tengah juga terjadi banjir untuk wilayah Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar. Ada lima rumah warga di desa ini yang terendam banjir sejak Sabtu (15/07) pagi kemarin. Tidak hanya itu, hujan yang menyebabkan meningkatnya debit air sungai ini juga membuat ruas jalan utama menuju pusat Kecamatan Lubuk Besar hampir terputus.

Pantauan Babel Pos (Sumeks Group) di lapangan pada Sabtu (15/7), ada dua ruas jalan yang hampir tidak bisa dilintasi dan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Kedua titik ini terdapat di Desa Perlang dan Desa Trubus. Terganggunya ruas jalan di dua titik ini dikarenakan jalan alternatif yang dipersiapkan hampir terputus. Memang saat ini ada pembangunan box culvert dan jembatan di dua titik jalan ini. Namun, jalan alternatif yang dipersiapkan jebol akibat derasnya debit air sungai. Sementara jalan utamanya tidak bisa dilintasi karena proses pembangunan box culvert dan jembatan memang sedang berlangsung. Hal inipun mengganggu arus lalu lintas yang menuju dan keluar dari Kecamatan Lubuk Besar.

Baca Juga :  Poso Dilanda Gempa 4,8 SR

Akibatnya sejumlah kendaraan roda empat terpaksa harus memutar arah. Termasuk satu unit mobil tanki BBM milik Pertamina yang baru selesai memasok BBM ke SPBU Desa Perlang, tidak bisa kembali ke Depo Pertamina di Pangkal Balam.Sopir truk tanki Pertamina, Supriadi mengaku biasanya dalam sehari ia bisa memasok BBM dua hingga tiga kali ke daerah tersebut. Akibat jebolnya jembatan alternatif ini, pengiriman BBM ke Lubuk Besar dipastikan akan terganggu. “Kalau jalan belum normal, pengiriman pasokan pasti terganggu,” katanya.

Sekdes Perlang, Yani Basaroni mengatakan hampir putusnya ruas jalan alternatif dan terendamnya lima rumah warga di desanya ini akibat hujan yang terus mengguyur selama dua hari terakhir sebelum kejadian tersebut. Rumah warga yang terendam akibat luapan air sungai Payak Desa Perlang. “Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya, aktifitas pembangunan proyek jembatan di desa kami,” ucapnya. (tom/obh/BE/red)

Faktor Cuaca, Biasa Hari Ini

Pengukuran Arah Kiblat

PALEMBANG – Faktor cuaca yang tidak bersahabat, kemarin (16/7) membuat pengukuran arah kiblat berdasarkan data astronomi matahari melintasi tepat di atas Ka’bah, terkendala. Meski demikian pengukuran arah kiblat masih bisa dilakukan ari ini (17/7).

Pakar Ilmu Falak UIN Raden Fatah Palembang, Drs H Teguh Subri MM mengungkapkan, karena cuaca yang tepat untuk melakukan pengukuran arah kiblat harus cerah dan panas sehingga bayang-bayang benda yang tegak lurus bisa terlihat jelas. ”Silahkan lakukan pengukuan hari ini, pada waktu yang sama pukul 16.27 WIB,” terangnya saat dihubungi tadi malam (16/7).

Karena pada waktu itu Matahari berada persis d iatas Ka’bah, kalau di Mekkah jam 12.27 saat dzuhur. Dilihat selama ini, masih banyak masjid yang arah kiblatnya tidak tepat, karena berbagai faktor. Misalnya sudah diukur para pengurus masjid yang lama, ada juga yang merasa hilang shaf akhirnya bergeser sedikit. ”Padahal sebenarnya tidak boleh karena penentuan arah kiblat harus tepat,” terangnya.
Dengan benarnya arah kiblat yang digunakan, dapat menyempurnakan ibadah.

Kalau ada matahari cerah, kalau mengukur tersebut harus menggunakan cuaca panas, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar tegak lurus. Atau pergunakan lot/bandul, permukaan dasar harus betul lurus dan rata, serta jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG atau Telkom.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Al Fajri Zabdi, MM, M.Pd.I mengatakan, kemarin merupakan waktu yang baik untuk melakukan pengukuran arah kiblat. Namun karena terhalang cuaca dan matahari tidak terlihat, maka pengukuran pun bisa dilakukan hari ini. “Silahkan lakukan pengukuan hari ini pada waktu yang sama pukul 16.27 WIB ,” ucapnya senada. (uni/yun)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!