Batal Mundur, Jack Ma Sudah Terlanjur Jadi ‘Wajah Perusahaan’

Alibaba Executive Chairman, Jack Ma. Foto: AFP / Fabrice COFFRINI

BEIJING – Banyak spekulasi yang beredar saat berita Jack Ma, pendiri Alibaba, mengundurkan diri beredar. Namun, spekulasi itu harus ditelan kembali. Sebab, Ma Yun, nama Tionghoa Jack Ma, menegaskan belum mau mundur dari dunia persilatan bisnis. Memang Ma membayangkan dirinya menjadi pertapa yang bebas seperti karakter favoritnya di novel kungfu The Smiling, Proud Wanderer karya Louis Cha. Seperti Fen Qin Yang, dia ingin menjadi pendekar yang memisahkan diri dari harta dan ketenaran. Tapi, itu tak akan terjadi hari ini (10/9).

South China Morning Post, media milik Alibaba Group, menyatakan bahwa ayah tiga anak tersebut tak akan melepaskan jabatan chairman dari Grup Alibaba. Dia hanya akan memaparkan rencana detail mengenai pergantian pimpinan perusahaan di masa depan. ”Fakta di berita yang dimuat New York Times diambil di luar konteks,” ujar juru bicara Alibaba di media tersebut.

Pembicaraan untuk menyerahkan takhta tertinggi di perusahaan senilai USD 420 miliar (Rp 6.224 triliun) itu terjadi sejak sepuluh tahun lalu. Berkali-kali Ma menegaskan tak akan mewariskan perusahaan tersebut kepada anaknya. Praktik yang biasa di Eropa dan AS, namun jarang terlihat di Tiongkok.

Pada 2013 dia menyerahkan jabatan chief executif officer kepada Jonathan Lu. Posisi tersebut digantikan Daniel Zhang dua tahun setelahnya. ”Saya senang bahwa Alibaba punya struktur dan budaya perusahaan. Sistem pembinaan membuat saya bisa hengkang tanpa menyebabkan dampak,” jelasnya.

Namun, sekali lagi, Ma belum siap secara penuh melepaskan perusahaan yang didirikan pada 1999 itu. Bahkan, dia sudah bersiap untuk keliling dunia lagi untuk meresmikan berbagai ekspansi. Pekan ini dia meluncurkan usaha patungan dengan perusahaan internet Rusia Mail.ru dan Russian Direct Investment Fund (RDIF).

Tentunya, suami Cathy Zhang itu juga akan melakukan kunjungan filantropis ala Bill Gates. Salah satunya, kunjungan ke Cape Town. Dia ke sana untuk memenuhi janji kepada Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Yakni, membangun pusat latihan usaha digital untuk pemuda.

Boleh dibilang, pernyataan belum pensiun Jack Ma membuat investor perusahaan tersebut sedikit bernapas lega. Sebab, berita yang dirilis New York Times Jumat (7/9) tak memberikan detail yang diinginkan masyarakat. Apakah Ma mundur karena sudah mendapat sosok chairman baru yang pas atau mundur lantaran perang dagang antara Tiongkok dan AS.

Duncan Clark, penulis buku Alibaba: The House That Jack Ma Built, mengungkapkan bahwa secara kinerja, Ma memang tak memengaruhi kondisi perusahaan. Namun, saat ini pria dengan nilai kekayaan USD 40 miliar (Rp 592 triliun) itu sudah menjadi wajah perusahaan. ”Apa yang dia lakukan pasti menarik banyak interpretasi,” ungkapnya dalam lansiran Financial Times.

Jack Ma pun, sepertinya, meminta South China Morning Post untuk mengklarifikasi secepatnya. Tampaknya, dia juga takut publik dan pemegang modal berpikir yang tidak-tidak. ”Banyak hal yang ingin saya tekuni di masa depan. Bukannya pensiun atau melarikan diri. Tapi, sebuah rencana sistematis,” tegasnya. (bil/c10/kim)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!