Bayi Tabung Ditarget Operasi Juni

RUANG BAYI TABUNG: Dr dr K yusuf Effendi SpOG (K) menunjukkan ruang bayi tabung yang disiapkan di RSMH Palembang. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Program bayi tabung RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang cukup lama digagas. Sempat ditarget operasional pada awal 2018 lalu, tapi molor karena kendala beberapa alat dan SDM (sumber daya manusia). Tapi RSMH menargetkan kembali, program tersebut harus bisa jalan pertengahan tahun ini atau sekitar Juni 2018.
“Pasangan yang mau melakukan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) kami harap bisa bersabar. Kami sedang melakukan segala persiapan pelayanan. Saat ini hampir semuanya sudah lengkap, tinggal terkendala SDM saja yang masih disiapkan,” ujar Direktur Utama RSMH Palembang, dr M Syahril SpP MPH, kemarin.
Dia mengatakan, program ini akan menjadi pelayanan unggulan kelima. “SDM kita belum siap karena beberapa petugas masih jalani pendidikan,” tuturnya. Diakuinya, tim bayi tabung harus benar-benar bisa bertugas dengan baik, makanya mereka jalani pendidikan.
Dia mengaku, banyak pasien yang sudah menunggu pelayanan ini. “Tapi kami usahakan bisa secepatnya launching. Kalau tak meleset, mudah-mudahan pertengahan tahun ini jalan. Doakan saja,” tuturnya.
Koordinator Tim Pelayanan Bayi Tabung RSMH Palembang, Dr dr K Yusuf Effendi SpOG (K), mengatakan, saat ini dua perawat menjalani pendidikan di RS Klinik Morulla dan RS Bunda Jakarta untuk program tersebut. Keduanya baru menjalani pendidikan tiga minggu, dari target yang harus ditempuh 2,5 bulan. “Dan satu petugas laboratorium juga jalani pendidikan,” katanya.
Untuk alat, semuanya sudah lengkap termasuk alat yang dibutuhkan hepafilter untuk mencegah infeksi pun sudah terpasang, instalansi gas juga sudah ada. Yang masih belum ada itu hanya peralatan abis pakai. Tetapi dr Yusuf sendiri belum mau memastikan kapan launching program tersebut. “Tidak bisa dipastikan, nanti ditanya lagi sama pasien,” ungkapnya.
Sebab, pasien yang menjalani program bayi tabung cukup banyak di Palembang. Satu bulan dari 10 pasangan, lima di antaranya memilih bayi tabung. Dan banyak pasien yang sudah tidak sabar menunggu program ini ada di Palembang. “Kalau sudah ada di RSMH, pasien dari sini tak perlu lagi dirujuk ke Jakarta. Mohon kesabarannya saja,” tukasnya. (qiw/fad/ce1)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!