Begini Kondisi Terakhir Korban Selamat Proyek Tol di Minahasa

Sejumlah petugas tengah mengevakuasi pekerja yang sempat tertimbun material yang roboh. Foto: ist

Petugas gabungan berhasil mengevakuasi 1 dari 3 orang korban yang tertimbun konstruksi proyek pembangunan jalan tol di Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Kauditan, Desa Tumalutung, Sulawesi Utara (Sulut).

Petugas penghubung Kantor SAR Kelas A Manado Tiana kepada JawaPos.com saat dikonfirmasi, Selasa (17/4) mengungkapkan, korban yang berhasil dievakuasi adalah Mustari, warga asal Blitar. “Untuk korban yang sudah dievakuasi itu luka ringan. Masih sementara perawatan medis di rumah sakit,” ujar Tiana.

Korban yang selamat kata Tiana, ditemukan tak begitu lama pasca robohnya konstruksi bangunan tol tersebut. Kendati demikian, pihaknya tak menjelaskan secara terperinci bagaimana proses evakuasi berlangsung. “Informasi dari lapangan yang kita terima sampai sekarang belum ada lagi,” ucapnya.

Untuk diketahui, tol yang menghubungkan 3 Kabupaten, antara Minahasa Utara, Manado dan Bitung itu roboh Selasa (17/4) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Sejauh ini, 2 korban lainnya dipastikan tertimbun material longsoran konstruksi.

“2 orang masih tertimbun, belum ditemukan sampai sekarang. Tim juga masih terus melakukan proses evakuasi di lapangan,” ucapnya.

Kedua korban yang belum ditemukan itu kata Tiana, adalah Subang warga asal Blitar dan Dadi warga asal Bandung. Tiana mengatakan, ketiga korban merupakan pekerja dalam pembangunan proyek tol tersebut. Belum diketahui jelas, penyebap robohnya konstruksi tol itu.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com saat reruntuhan terjadi, total 21 pekerja berada di lapangan. Sebanyak 19 pekerja berhasil menyelamatkan diri. Hingga saat ini ditambahkan Tiana tim SAR warga, aparat Kepolisian dan TNI masih terus melakukan pencarian di lokasi. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kontraktor terkait peristiwa ini. (rul/JPC)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!