Bekuk Tiga Tersangka

Tersangka Rony (kiri) dan Andi Syahputra, dua dari empat pelaku pembunuh satu keluarga saat dibawa ke Mapolda Sumut. Foto: Sumut Pos/jpnn

MEDAN – Polda Sumatera Utara (Sumut) hanya butuh tiga hari untuk meringkus para tersangka pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Medan Deli. Kemarin (12/4), tiga orang diringkus petugas, dua diantaranya ikut membantu Andi Lala melakukan pembunuhan terhadap keluarga sepupu istrinya itu.

Tersangka bernama Rony (20), diringkus dari rumahnya di Jalan Pembangunan 2, Desa Sekip, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang. Sedangkan dua lainnya, Andi Syahputra (27), dan Irwansyah (33), diringkus di rumah Surahman, warga Desa Sei Alim Lum Ulu, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Rabu (12/4) pagi pukul 10.00 WIB.

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang adanya dua pemuda yang diduga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), berada di rumah Surahman. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Air Batu Polres Asahan bersama tim gabungan Jatanras Polda Sumut turun ke lokasi. “Sampai di TKP, kedua tersangka langsung kita bekuk,” kata Kapolsek Air Batu AKP Martoni Limbong. Selanjutnya, kedua tersangka diamankan ke Mapolsek Air Batu dan langsung dibawa ke Mapolda Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, tersangka Rony berperan sebagai eksekutor terhadap anak-anak korban, Syifa (Naya), Gilang, dan Kinara. Rony yang masih keponakan Andi Lala menghabisi Syifa, Gilang dan Kinara dengan tangan dan benda tumpul.

Baca Juga :  Upaya Polda Berbenah

Saat ditangkap, petugas terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan Rony. Pasalnya, saat hendak ditangkap, ia melakukan perlawanan dan berusaha kabur. “Tersangka ini (Rony) terpaksa kita tembak,” tegasnya.

Sementara tersangka Andi Syahputra yang berperan menjaga di depan pintu rumah korban, tidak melawan. “Yang membunuh Naya dan Gilang itu tersangka Roni, termasuk (melukai) Kinara. Jadi dia (Roni) salah satu eksekutor,” tambahnya.

Selain itu, tersangka Andi Syahputra bertugas mengawasi lokasi saat Andi Lala dan Rony membantai terhadap keluarga Iriyanto. Sedangkan Irwansyah diringkus karena ikut membantu tersangka Indra Syahputra melarikan diri ke Asahan. “Tersangka Andi Lala berdasarkan hasil pemeriksaan, berperan menghabisi nyawa Iriyanto, Sri Ariyani, dan Sumarni, menggunakan senjata tajam,” beber Rina.

Lantas, apa motif pembunuhan satu keluarga di Sumut itu? Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan, motifnya dilatarbelakangi dendam, sekaligus ingin merampok hasil penjualan sebidang tanah senilai Rp230 juta yang dipegang Iriyanto. “Sementara (motifnya) bukan hanya dendam, pelaku juga ingin mengambil uang penjualan tanah korban,” kata Agus Andrianto. Motif pembunuhan ini terungkap berdasarkan keterangan dua tersangka yang telah diamankan, yakni Roni dan Andi Saputra.

Sebelumnya, Panit Reskrim Polsek Medan Labuhan Ipda David Simanjuntak juga mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan sementara terhadap ketiga tersangka yang diamankan, pembunuhan tergolong biadab itu diduga bermotif sakit hati. “Kabarnya Sri Aryani, istri Riyanto baru menerima uang jual beli tanah di Lubukpakam. Kemungkinan iparnya itu minta bagian, dan sempat cekcok mulut,” sebut Simanjuntak.

Baca Juga :  Curi Motor Dinas, Guru Honorer Didor

Dalam jual beli tanah keluarga itu, disebut-sebut kalau Andi Lala sebagai agen. Hanya saja, setelah laku terjual, mereka bertengkar masalah uang jasa. “Pembunuhan itu direncanakan. Bahkan pelaku bermaksud merampok seluruh uang hasil penjualan tanah yang diterima korban,” jelasnya.

Sementara, setelah ditetapkan sebagai DPO, polisi masih terus memburu Andi Lala yang diduga kuat sebagai aktor utama pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan Gang Benteng, Kelurahan Mabar, Medan Deli, Minggu (9/4) lalu. (mag-1/ain/omi/rul/adz)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!