Belum Berhasil Dievakuasi, Yoga Bertahan Hidup dengan Logistik Seadanya

PAGARALAM – Tim SAR Gabungan memastikan Muhammad Yoga (18), pendaki yang tergelincir ke lereng Gunung Api Dempo masih hidup. Pendaki asal Talang Banten, Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kota Lahat, itu bertahan dengan suplai logistik seadanya dari Tim SAR Gabungan dan rekan-rekannya.

“Memang korban mengalami luka, seperti di bagian telinga dan pelipis kiri. Tapi, fisiknya masih bagus,” kata Edi, salah seorang anggota Satgas BPBD Pagaralam yang baru saja turun dari puncak Dempo, ketika ditemui di kawasan Tugu Rimau, tadi malam.

Aan Molen, anggota Satgas BPBD Pagaralam lainnya menambahkan, korban memberikan respons ketika dipanggil Tim SAR. “Memang jawabannya kadangkala belum nyambung. Wajar, karena posisi korban cukup jauh,” tutur Aan ketika ditemui di tempat yang sama.

Karena itu, baik Aan maupun Edi optimis, Yoga masih bisa dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun, bukan perkara mudah untuk mengevakuasi korban. “Risikonya cukup tinggi,” ujarnya.

Kepala BPBD kota Pagaralam Herawadi SSos memastikan, evakuasi akan berlanjut. “Tapi bukan malam ini. Sebab, cuaca tak memungkinkan. Besok pagi baru evakuasi,” ujar Herawadi.

Koordinator Basarnas Pos SAR Pagaralam, Lettu (sar) Iwan Saputera menambahkan, evakuasi terbentur peralatan. Kata Iwan, tali yang telah disiapkan tak berhasil menyentuh posisi korban. “Makanya tadi kami mengirimkan tim lagi untuk membawa tali,” kata Iwan pihaknya berharap besok (Minggu) tim bisa mengevakuasi korban dan langsung bisa dibawa ke Pagaralam untuk dirawat.

Sementara itu, Yansah (41), ayah Yoga berharap, anak pertamanya itu bisa segera diselamatkan. “Yoga itu anak baik,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Yoga tergelincir ke lereng Gunung Api Dempo pada Jumat siang (18/8), ketika hendak memilih lokasi berfoto. (ald/vin/ce4)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!