Belum Profesional

ISTIRAHAT MAKSIMAL: Yu Hyun Koo, gelandang bertahan SFC duel dengan gelandang Bali United Taufiq. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Banyak kabar tak mengenakkan untuk Sriwijaya FC di saat usianya memasuki 13 tahun. Di Liga 1, tim berjuluk Laskar Wong Kito kesulitan keluar dari jeratan zona degradasi hingga baru bisa nyaman memasuki pekan ke-30.
Penampilan tim labil karena salah rekrut pemain di awal musim hingga banyak pemain cedera dan indisipliner. Terakhir, tim yang pernah tampil di Liga Champions Asia ini dinyatakan tidak lolos sebagai klub profesional standard AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia).
Kepastian bahwa Sriwijaya FC tidak termasuk klub profesional menyusul dirilisnya hasil verifikasi Komite Lisensi Klub PSSI, Kamis (26/10). Dalam sidangnya, Komite Lisensi Klub PSSI telah menetapkan dua klub peserta Liga I yang lolos verifikasi untuk mendapatkan lisensi klub profesional dengan standar AFC.
Mereka adalah Arema FC dan Persib Bandung. Komite juga memberikan waktu hingga tiga bulan bagi Bali United, Madura United, dan Persija Jakarta untuk melengkapi dokumen jika ingin dinyatakan lolos verifikasi sebagai klub profesional.
“Kepada klub-klub lain yang belum dinyatakan lolos dalam proses ini, kami berikan waktu untuk mengajukan banding dalam waktu dua hari ke depan (sampai 28 Oktober, red). Kemudian, Komite akan menyampaikan keputusan finalnya pada 31 Oktober 2017. Kami berharap, klub bisa memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga mereka bisa mendapatkan lisensi dan berpeluang berpartisipasi di kompetisi level Asia,” terang Sekjend PSSI, Ratu Tisha Destria, Kamis (26/10).
Proses verifikasi lisensi sudah dibuka sejak April. Bagi klub, lisensi ini sangat penting untuk ambil bagian pada turnamen AFC, macam Liga Champions Asia dan AFC Cup 2018. Untuk ikut di ajang ini, AFC membuka pendaftaran hingga 22 November. Liga 1 mendapatkan jatah 1 tiket playoff Liga Champions Asia untuk juara dan 2 AFC Cup untuk peringkat 2 dan 3. Namun demikian, hanya klub yang memiliki lisensi AFC yang bisa tampil. Dalam aturan AFC, mereka akan melihat posisi klub yang berada pada peringkat 1 sampai 9. Posisi teratas akan menjadi prioritas dengan syarat pemenuhan lisensi AFC.
Dalam proses verifikasi, AFC sudah menetapkan lima aspek penilaian yang harus dipenuhi standarnya oleh klub. Kelima aspek tersebut, yakni legalitas, finansial, infrastruktur, sumber daya manusia, administrasi,dan sporting (pembinaan usia dini). “Sriwijaya FC belum melengkapi persyaratan di personel (SDM), legal, dan finance,” ungkap COO PT Liga Indonesia Baru, Tigor Shalomboboy, Kamis (26/10).
PT Sriwijaya Optimis Mandiri, selaku pengelola Sriwijaya FC, melalui Sekretaris, Faisal Mursyid mengatakan, pihaknya sudah berusaha sekuat tenaga untuk melengkapi persyaratan yang diminta agar Sriwijaya FC dapat lisensi klub profesional ala AFC. Karena itu, dia kaget ada beberapa persyaratan yang dinyatakan belum lengkap. Untuk finance, sudah diserahkan laporan audit tahun lalu. Untuk legal, juga PT SOM sudah berdiri lama, kemudian untuk personel memang diakuinya belum lengkap, terutama SDM di usia dini.
“Kalau bicara profesional, Sriwijaya FC tiga kali ikut, kenyataannya AFC. Karena itu, kami gak terlalu pusing soal ini. Jikapun banding, kemudian melengkapi persyaratan untuk dapat lisensi klub profesional, toh peringkat musim ini juga gak memungkinkan kita main di AFC. Jadi, lebih baik kami siapkan segala sesuatunya untuk musim depan saja,” terang Faisal. (kmd/ion/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!