Benarkah Usus Buntu karena Menelan Biji-Bijian?

Oleh: dr Angela Jessica

Mungkin sebagian besar dari kita sudah tidak asing dengan peradangan usus buntu yang dalam bahasa kedokterannya disebut apendisitis. Walau demikian, masih ada beberapa mitos tentang usus buntu yang sering kita dengar.
Usus buntu atau umbai cacing (appendiks) adalah sebuah organ bagian dari usus manusia yang terletak di bagian awal usus besar, berbentuk tabung dengan panjang berkisar antara 3-15 centimeter, besarnya kira-kira seperti jari kelingking dan bagian bawahnya terjuntai bebas seperti cacing.
Hingga saat ini masih belum diketahui pasti fungsi organ ini. Beberapa peneliti mengatakan bahwa organ ini ada hubungannya dengan kekebalan tubuh. Namun demikian, usus buntu juga dapat mengalami peradangan.
Menurut mitos yang beredar, radang usus buntu disebabkan karena menelan biji-bijian dan bisa juga terjadi karena melakukan olahraga setelah makan sehingga makanan maupun biji-bijian tersebut tersangkut kedalam usus buntu.
Faktanya adalah appendisitis disebabkan oleh infeksi bakteri pada umbai cacing yang disebabkan oleh sumbatan yang dapat berupa timbunan kotoran yang mengeras (fecalith), pembesaran jaringan limfoid, tumor appendiks, sumbatan parasit seperti cacing gelang / ascaris.
Hal ini menyebabkan sumbatan yang mengganggu aliran limfe sehingga terjadi pembengkakkan usus buntu. Pembengkakkan ini mengakibatkan gangguan suplai oksigen, darah, dan nutrisi sehingga jaringan sekitarnya mati dan mudah untuk terinfeksi bakteri. Jika hal ini tidak mendapat penanganan yang tepat, maka radang usus buntu dapat pecah dan terjadi penyebaran infeksi yang serius sehingga membahayakan nyawa.
Pada umumnya radang usus buntu menyebabkan nyeri perut kanan bawah, tetapi bukan berarti semua nyeri perut kanan bawah disebabkan oleh appendisitis. Awalnya sakit perut yang dirasakan berupa nyeri tumpul dan samar-samar yang dirasakan di daerah uluhati sekitar pusar dan dalam beberapa jam nyeri akan berpindah ke bagian perut kanan bawah. Selain nyeri perut, appendisitis juga disertai dengan gejala dan tanda lain seperti demam, mual, muntah dan tidak nafsu makan. Biasanya gejala yang timbul akan memburuk dalam kurun waktu 6-24 jam.
Untuk menegakkan diagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lebih lanjut seperti cek darah lengkap, urin lengkap, dan CT scan. Apabila telah didapatkan diagnosa klinis berupa appendisitis, maka dokter akan melakukan terapi dengan cara pembedahan atau operasi pengangkatan usus buntu (appendektomi). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut berupa pecahnya usus buntu. Selain itu, dokter juga akan memberikan terapi obat-obatan sebelum dan sesudah dilakukan operasi untuk kenyamanan pasien, mengurangi angka kejadian infeksi, dan membunuh bakteri.
Agar terhindar dari penyakit radang usus buntu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan sehingga resiko terjadinya radang usus buntu pun berkurang. Berikut adalah cara yang bisa dianjurkan agar bisa mencegah terjadinya radang usus buntu: Pertama, mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah dan sayuran.
Alasannya adalah radang usus buntu dapat disebabkan oleh penumpukan kotoran. Bisa dikatakan bahwa orang yang terkena sembelit memiliki resiko lebih besar terkena radang usus buntu. Makanan berserat baik untuk pencernaan dan BAB jadi lebih lancar.
Kedua, konsumsilah air putih dalam jumlah yang cukup. Air putih dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Oleh karena itu, seseorang yang kurang mengkonsumsi air putih rentan terkena sembelit sehingga resiko radang usus buntu pun meningkat.
Ketiga, rutin berolahraga. Jaga agar tubuh tetap aktif bergerak untuk menghindari radang usus buntu. Olahraga yang teratur tidak hanya membuat tubuh jadi lebih fit, namun juga membantu mengeluarkan racun dan limbah dalam tubuh.
Jangan lupa untuk melakukan cara yang dianjurkan untuk mengurangi resiko usus buntu. Segeralah periksakan diri ke dokter apabila mengalami tanda dan gejala seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. (*)

*Penulis dokter umum lulusan Universitas Tarumanagara Jakarta

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!