Benny Terancam 4 Tahun Penjara

PALEMBANG- Diduga telah menggelapakan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2011 milik saksi korban Ade Irawan dengan cara menggadaikan mobil tersebut ke oknum TNI AD, terdakwa Benny Wiliam (30), warga Jl PSI Lautan Lr Sei Kelutum No 207 Kelurahan 32 Ilir Kecamatan Ilir Barat II harus duduk di kursi pesakitan.

Dimana, atas perbuatannya tersebut, terdakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU), Selly  Austina SH dijerat dengan psala 372 KUHP tentang penggelapan dengan anacaman penjara maksimal 4 tahun.

“ Untuk dakwaannya, kita gunakan pasal 372 KUHP. Tentang bersalah atau tidak terdakwa tadi, biar proses hukum dan majelis hakim yang memutuskannya,” ujarnya saat membacakan dakwaan di persidangan yang digelar di PN Palembang, kemarin (13/9) sore.

Disebutkan oleh Selly, perbuatan tersebut dilakukan terdakwa dengan cara meminjam mobil untuk mengurus izin dari pembangunan tower dari provider telekomunikasi. Apalagi, selama ini, saksi Ade Irawan melihat dalam mengurus izin tadi sering merental mobil.

“ Membantu terdakwa yang mengurus izin dari provider untuk saksi korban Ade Irawan, lantas dipinjamkan mobil tadi. Hanya saja, oleh terdakwa mobil tadi digadaikan ke seseorang yang merupakan oknum TNI AD dengan nilai Rp 30 juta. Tapi hingga kasus ini dinaikkan, kerugian saksi korban mencapai Rp 100 juta dikarenakan mobil tadi belum juga dikembalikan,” tegasnya.(afi)

Baca selengkapnya di harian Sumatera Ekspres Jumat (14/9). 

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!