Bentuk Tim Intelijen, Polisi Siaga Penuh

SIAGA PENGAMANAN: Polda Sumsel menyiapkan sekitar 103 kendaraan untuk operasional pengamanan Pilkada Sumsel 2018. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

KEPOLISIAN akan melakukan pengamanan pilkada secara penuh. Terutama di daerah-daerah rawan seperti Empat Lawang pascakasus kerusuhan massa pendukung. 2 peleton Brimob dan 1 Sabhara siaga di Polres Empat Lawang. Petinggi Polda Sumsel juga turun kunjungi posko paslon.
Kapolres Empat Lawang, AKBP Agus Setyawan mengaku personelnya standby. “Jangan lagi ricuh terjadi. Saya yakin semuanya maunya aman, damai. Saya sudah temui kedua paslon, kejadian kemarin rugikan kedua belah pihak dari finansial, dan lainnya,” ujar Agus, kemarin.
Agus meminta ke depan, tim sukses masing-masing paslon untuk bisa meredam massa atau jaringannya hingga di desa-desa. “Untuk debat kandidat kami bicarakan lagi dengan KPU. Jika diselenggarakan, personel akan kami sesuaikan dengan peserta sehingga tak memicu kericuhan,” jelasnya.
Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Surya Markus Pinem Sik mengimbau masyarakat jaga situasi keamanan dan ketertiban dalam pilkada. “Saat tahapan pilkada, Banyuasin harus kondusif,” ujarnya.
Kapolres OKI AKBP, Ade Harianto MH melalui Humas Polres OKI Ipda Ilham Parlindungan mengatakan, sebagai antisipasi pengamanan, pihaknya sudah bentuk tim intelijen dengan penggalangan bersama tim pemenangan masing-masing paslon.
“Dari awal sampai sekarang Pilkada OKI kondusif, ini berkat kerja sama semua pihak dan kita sudah kerahkan 2/3 pasukan,” lanjutnya. Jika muncul situasi darurat, pihaknya akan minta back-up Brimob Polda Sumsel.
Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono SIK MH mengatakan bersama TNI, kejaksaan, Panwaslu, PWI pihaknya safari kamtibmas ke posko enam paslon. “Kita beri pengarahan supaya paslon dan pendukungnya menjaga
kondusivitas pilkada,” ujarnya. Selanjutnya, pihaknya bentuk tim penanggulangan pelanggaran termasuk politik uang.
Kabag Ops Polresta Prabumulih, Kompol Zai’an menjelaskan pihaknya akan menerapkan pola pengamanan 2-1-2 di TPS, meliputi 2 linmas 1 polisi 2 panwas. TPS tertentu akan berbeda tergantung skala kerawanan (sangat aman, aman, rawan, sangat rawan). “Ada sekitar 20 persen TPS rawan misal saat pilkada banyak kasus kekerasan atau tingkat konfliknya tinggi,” bebernya.
Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi mengungkapkan tim melakukan safari kamtibmas pilkada aman ke lima paslon. “Kita ajak hindari anarkis, menyebarkan berita hoax, dan taati aturan kampanye,” imbuhnya.
Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kabag Ops, Kompol Zulkarnain mengatakan untuk rawan konflik belum ada. “Hanya rawan pemilih ganda di daerah perbatasan seperti Semende dan Muara Belida,” sebutnya.
Kapolres Mura, AKBP Bayu Dewantoro menuturkan, pihaknya sudah membaca situasi, potensi konflik, maupun gesekan antar simpatisan. “Berbagai persiapan kami lakukan seperti parade pasukan dan simulasi hadapi konflik,” tuturnya. Ada beberapa hal patut diwaspadai seperti isu negatif menyebar lewat media sosial, wilayah perbatasan, dan lainnya berpotensi picu konflik. Wilayah perbatasan Mura contohnya BTS ULU, Muara Lakitan, TPK. Sementara Muratara meliputi Kecamatan Nibung, Rawas Ilir dan Karang Jaya.
Kapolres OKU Selatan, AKBP Feri Harahap melalui Kabag Ops Kompol Hasbullah menerangkan 19 kecamatan aman terkendali dan tidak rawan konflik. “Hanya mungkin rawan money politic,” cetusnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menyebut pihaknya kerahkan Satuan Petugas (Satgas) Nusantara, melibatkan unsur masyarakat dan TNI. “Satgas bertugas melakukan upaya preventif atau pencegahan saja,” terangnya. Karena leading sector-nya Panwaslu, setiap pelanggaran masuknya ke sana.
Sejauh ini Polda belum mendapat laporan pelanggaran. Tapi pihaknya akan terus awasi agar kampanye aman dan lancar. Dia pun menyebut, ada 103 kendaraan disiagakan untuk pengamanan.
Dia merinci, dari 9 kabupaten/kota di Sumsel pelaksana pilkada, 1 daerah rawan pelanggaran yakni Pagaralam. “Tingkat kerawanannya masuk peringkat empat,” sebutnya. Penentuan kategori ini langsung dari Mabes Polri. Indikator penentuan kerawanan dilihat dari 12 faktor, di antaranya persaingan antara paslon. (vis/eno/qda/uni/ald/chy/gti/way/cj13/dwa/fad/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!