Berebut Takhta Sumatera

Airlangga Sucipto. Foto: Kris/Sumatera Ekspres

PALEMBANG – Bermodalkan 24 poin, peluang Sriwijaya FC untuk juara Liga 1 cukup berat. Namun, tidak mustahil. Habiskan 18 pertandingan, tim berjuluk Laskar Wong Kito tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen Madura United yang koleksi 35 poin.

Dengan kondisi saat ini, bisa merangkak menyentuh papan atas klasemen di akhir kompetisi sudah perjuangan sangat luar biasa. Yu Hyun Koo bersama kolega punya momentum untuk menjaga pamornya di depan pendukung sendiri meski tradisi juara musim ini luntur.

Syaratnya, mereka harus bisa menang lawan Semen Padang FC dalam balutan partai derby Sumatera di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat nanti (11/8). Dengan mengalahkan rival sesama Pulau Sumatera, minimal Sriwijaya FC masih bisa membusungkan dada karena mampu menjaga nama besarnya di depan tim sesama asal Pulau Sumatera.

Kans itu terbuka lebar setelah di pertemuan pertama Liga 1 melawan Semen Padang pada 14 April silam, Sriwijaya FC mampu menahan imbang 1-1. Itu adalah hasil imbang pertama di markas Semen Padang dalam kompetisi penuh. Biasanya, Sriwijaya FC takluk saat bertandang ke Stadion H Agus Salim Padang dan imbang saat jadi tuan rumah. Memang sebelumnya Sriwijaya FC pernah mencuri satu poin di Padang pada ISL 2015. Tapi kompetisi saat itu terhenti di tengah jalan. Gelandang Sriwijaya FC, Ichsan Kurniawan memahami pentingnya pertandingan lawan Semen Padang.

Baca Juga :  Lupakan Tragedi 2 Oktober

Baginya, melawan tim sesama asal Sumatera memberikan aura berbeda. Gengsinya juga berbeda karena pertarungannya tidak hanya perebutkan tiga angka melainkan pertaruhan harga diri sebagai tim Sumatera. Pemenang di partai ini layak disematkan sebagai tim terbaik di Bumi Andalas alias jawara Sumatera.

“Dengan kondisi saat ini, setiap pertandingan kami anggap partai final. Apalagi melawan Semen Padang. Selalu ada gengsi di partai derby. Pastinya, melawan tim sesama Sumatera kami ingin selalu jadi yang terbaik,” tegas Ichsan, Rabu (9/8).

Di partai super bigmatch ini, Ichsan terpacu untuk memberikan kemampuan terbaik agar bisa membantu tim meraih tiga poin. Setiap poin di pertandingan saat ini sangat penting untuk mengatrol posisi tim yang masih di papan bawah.

Jika mampu memenangi derby Sumatera, bisnisnya adalah bisa melompat ke peringkat 10 besar. “Tetapi kewaspadaan terhadap kekuatan Semen Padang tetap harus karena Semen Padang tim yang luar biasa. Mereka adalah salah satu tim besar di Indonesia,” terangnya.

Sementara itu Pelatih Semen Padang, Nilmaizar juga gak mau mengalah begitu saja. Dia akan berusaha keras menyiapkan strategi untuk meladeni permainan Sriwijaya FC. Sekalipun, untuk meraih kemenangan bukan hal yang mudah karena sebagai tuan rumah, Sriwijaya FC pasti juga akan mati-matian berjuang hindarkan diri dari kekalahan di depan publik sendiri.

Baca Juga :  Pertahanan Masih Mengkhawatirkan

“Tidak ada tim yang mau kalah, semua pasti mau menang. Tapi kami sadari itu bukan pekerjaan mudah karena Sriwijaya FC juga pasti tidak mau kalah di depan pendukung sendiri,” jelasnya.

Apalagi, Sriwijaya FC dinilai sudah mengalami momentum kebangkitan. Mereka bisa memetik kemenangan saat bertandang ke markas Borneo FC. Kemenangan itu fantastis karena baru Sriwijaya FC yang bisa berikan kekalahan pertama Borneo di depan publik sendiri. (kmd/ion/ce2)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!