Berpeluang Emas tapi Terkendala Peralatan

OPTIMIS: Ketum FOPI, Caca Isa Saleh (dua kanan) berbincang dengan CdM SEA Games 2017, Azis Syamsudin. Foto: Kumaidi/Sumatera Ekspres

JAKARTA – Ketum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Caca Isa Saleh optimistis cabang olahraga yang dipimpinnya bakal persembahkan emas di SEA Games Malaysia 2017. Ini setelah atlet petanque semakin kuasai teknik nomor yang dipertandingkan. Dari tujuh nomor yang dipertandingkan, FOPI mengirim enam atlet untuk turun di nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

“Kita rencanakan persembahkan emas di SEA Games nanti. Kita sudah pelajari semua pesaing seperti Kamboja, Thailand, Vietnam, dan Laos. Kami yakin karena ketiga nomor itu spesialisasi kita,” terang Caca saat menemani atlet latihan di Lapangan Petanque Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (17/6).

Enam atlet yang disiapkan FOPI menjaring emas di SEA Games seperti Anom Ripki Infansyah dan Prakash Mallick (ganda putra), Rizki Maharani dan Dwie Anggraini (ganda putri) dan Ramlah dan Abun Nawan di nomor ganda campuran. Mereka berlatih dibawah bimbingan Andi Indarto untuk pelatih putri dan Ramdhan Pelana untuk mentor atlet putra.

Ramdhan Pelana menjelaskan, ada banyak kendala petanque menuju SEA Games 2017. Para atlet belum mendapatkan peralatan latihan, terutama bola besi yang menjadi inti dari olahraga asal Prancis ini. Selama ini, atlet latihan dengan peralatan seadanya. “Kami berharap peralatan turun sebulan sebelum tanding. Ini karena atlet butuh adaptasi dengan bola baru. Minimal adaptasi butuh 30 hari agar terjadi penyatuaan antara atlet dengan bola,” terang Ramdhan.

Baca Juga :  Petakan Venue Asian Games

Andi menambahkan, petanque juga terkendala dengan try out. Mepetnya persiapan yang dilakukan mulai mei membuat tim pelatih kesulitan menetapkan waktu try out. Ini karena persyaratan try out, para atlet minimal dijalani sebulan.

Pelatnas petanque tertinggal dari cabor lain yang rata-rata mulai januari karena SK cabor berangkat ke SEA Games baru terbit Mei. “Sebagai gantinya, kami akan bawa atlet keliling lapangan petanque di Jakarta agar tidak jenuh,” ucapnya.

Keluhan petanque ini sudah dilaporkan ke Chief de Mission (CdM) SEA Games 2017 Azis Syamsudin. Kebetulan Azis bersama rombongan Sabtu kemarin menyambangi pelatnas petanque di UNJ.

“Kami ke sini untuk menampung keluhan selama pelatnas, sebelumnya kami kroket, atletik, dan rugbi. Minggu lalu di wushu, karate, bowling. Setiap minggu kami keliling. Minggu depan ke balap sepeda di solo. Rata-rata keluhan cabor sama, honor, dana operasional, suplemen, dan pelaratan,” ungkap Azis. (kmd/ion)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!