Besok, PDAM Matikan Pasokan Air Bersih

PALEMBANG – Seluruh pelanggan PDAM Tirta Musi Palembang di kawasan Seberang Ulu (SU) diimbau menampung air bersih sebanyak mungkin hari ini. Sebab, besok (12/1), PDAM Tirta Musi akan menghentikan pasokan air bersih ke 34.925 pelanggan di Seberang Ulu karena akan ada tiga pekerjaan untuk menunjang Asian Games 2018 dan pelayanan kepada masyarakat.

Yakni, koneksi pipa outlet diameter 500 mmx300 mm di IPA Ogan Jakabaring untuk pengaliran ke Dekranasda dan venue- venue Jakabaring Sport City (JSC). Kemudian, perbaikan kabel power pompa 8 dan 9 untuk pengaliran ke Booster Kertapati dan rehabilitasi jembatan pipa diameter 400 mm PVC jalur ke Jl Panca Usaha dan sekitarnya.

”Pekerjaan ini membutuhkan waktu relatif lama, sekitar 16 jam, sehingga kami terpaksa menghentikan pengaliran air ke pelanggan,” ungkap Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya, dalam konferensi pers di Hotel Swarna Dwipa, kemarin (10/1).

Dari total 34.925 pelanggan atau sambungan langsung (SL) di SU, tersebar di Unit SU I sebanyak 9.425 SL dan Unit SU II sebanyak 25.500 SL (lihat grafis). Setelah ketiga pengerjaan tersebut selesai, sambung Andi, pihaknya akan melakukan normalisasi pengaliran. ”Untuk daerah ujung, normalisasi pengaliran bisa sampai 2×24 jam,” ucapnya.

Baca Juga :  Pak Wako... Jalan ini Butuh Perhatian

Kata Andi, PDAM Tirta Musi tengah mengalami defisit air sebesar 300 liter per detik di seluruh sisi Kota Palembang. Di antaranya, sebagian di kawasan Sako, Sukarami, Talang Jambe, dan lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, PDAM Tirta Musi akan melakukan investasi alternatif.‎
Investasi jangka panjang, PDAM Tirta Musi akan membangun pipa baru di kawasan Seberang Ilir dengan‎ kapasitas 1.100 liter per detik. “Kami akan pasangkan intake dan IPA di Gandus. Tapi, itukan perlu proses. Diprediksi, 2-3 tahun pembangunan ini akan selesai,” kata penghobi offroad itu.

Pelanggan di Jl KH Azhari, Lr Pedatuan Darat, Kelurahan 12 Ulu, SU II, Zubairi, mengatakan, sah-sah saja PDAM Tirta Musi ingin menghentikan pasokan air ketika ada perbaikan. Tapi, harus sesuai janjinya, misal 16 jam atau satu hari. ”Jangan normalisasinya memakan waktu lebih dari yang ditargetkan. Ini yang menyulitkan pelanggan, apalagi kalau sampai berhari-hari,” ujarnya.

Dia berharap, sebelum waktunya penghentian aliran air bersih, pada Jumat (12/1), sehari sebelumnya, PDAM menghidupkan aliran air lebih lama. Jangan digilir per tiga jam, seperti biasanya. Sebab, warga ingin menampung air lebih banyak. “Kami juga berharap setelah adanya pengerjaan, air tidak keruh. Percuma juga kalau air keruh, kami tidak bisa menggunakannya,” harapnya. (qiw/air/tambah/ce3)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!