Biadab… Guru Agama ini Cabuli Empat Santriwati

Husnus Nadhif diamankan di Mapolres Gresik. foto: yudhi radargresik/jpnn.com

GRESIK – Seorang guru agama di pondok pesantren di Kabupaten Gresik, Jawa Timur harus berurusan dengan polisi lantaran mencabuli empat santriwatinya.

Pelaku diketahui bernama Husnus Nadhif (31), warga Desa Bangeran, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, ini diciduk saat berceramah di Surabaya.

Saat ini, bapak dua anak itu sudah mendekam di sel.

“Saya minta maaf, Pak. Saya khilaf,” ujar Husnus sebagaimana dilansir Radar Surabaya, Selasa (13/3).

Husnus mengaku masuk ke kamar santriwati pada malam hari untuk melancarkan aksinya.

Setelah itu, dia membekap mulut korban. Husnus lantas melakukan perbuatan asusila terhadap anak didiknya.

“Saya tidak pernah mengancam mereka. Cuma bilang agar ilmu yang saya ajarkan lebih mudah diserap,” kata Husnus.

Dari empat santriwati, salah satu di antaranya dipaksa melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.
“Saya menyesal telah melakukan aksi ini. Tolong sampaikan permohonan maaf saya kepada keluarga korban,” tambah Husnus.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Gresik Iptu Suparmin menjelaskan, ulah Husnus terbongkar setelah salah satu orang tua korban melapor pada Januari lalu.

“Begitu mendapat laporan kami bergerak. Namun, pelaku mempunyai banyak kerabat sehingga terus berpindah-pindah,” kata Suparmin.

Baca Juga :  Sssttt... Mantan Pembalap ini Digadang Jadi Cagub

Bahkan, kata Suparmin, pelaku sempat menjadi guru mengaji di salah satu lembaga pendidikan agama di Bangkalan, Madura.

Pelarian Husnus berakhir setelah polisi mendapatkan informasi bahwa gusu sontoloyo itu berceramah di salah satu masjid di Driyorejo.

“Saat kami tangkap pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui semua perbuatan yang dia lakukan,” tegas Suparmin.

Dia menambahkan, Husnus dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (fir/ris/jpg/dom/jpnn)

Diskusi & Komentar

Berita Lainnya!